SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Buleleng menggelar latihan gabungan bersama atlet FAJI Badung dan Klungkung di Tukad Banyumala, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknik atlet sekaligus mematangkan persiapan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Bali 2027.
Sebanyak 40 orang atlet ambil bagian dalam latihan tersebut. Rinciannya, FAJI Badung mengirimkan 16 orang atlet, FAJI Klungkung delapan atlet, dan FAJI Buleleng sebanyak 16 orang atlet.
Seluruh peserta menjalani simulasi pertandingan dan penguatan teknik di aliran Tukad Banyumala yang dikenal memiliki karakter arus menantang.
Ketua Harian FAJI Buleleng, Made Sugiarta mengatakan, latihan bersama ini menjadi momentum penting bagi atlet Buleleng untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman dari atlet daerah lain yang lebih berpengalaman.
“Kegiatan ini sangat positif karena atlet-atlet Buleleng bisa belajar teknik dasar pendayungan, strategi, dan pola latihan dari teman-teman Badung dan Klungkung yang sudah cukup berpengalaman,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, atlet mencoba sejumlah nomor pertandingan seperti sprint, head to head, hingga slalom. Latihan juga dilakukan pada kategori R4 dan R6 putra, putri, maupun mix.
Menurut Sugiarta, latihan gabungan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi kemampuan atlet Buleleng dalam menghadapi persaingan pada Kejurda Bali 2026 hingga Porprov Bali 2027. Apalagi, nomor slalom kini mulai diperkenalkan lebih mendalam kepada para atlet.
“Kami ingin atlet semakin siap menghadapi kejuaraan. Dari latihan ini banyak ilmu baru yang didapat, terutama teknik slalom yang nantinya akan terus kami latih secara rutin,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FAJI Klungkung, I Dewa Rai Sayang mengapresiasi pelaksanaan latihan gabungan tersebut.
Menurutnya, kegiatan bersama sangat penting untuk meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkuat solidaritas antar kabupaten.
“Latihan bersama seperti ini sangat bagus karena atlet bisa saling belajar dan bertukar pengalaman. Selain meningkatkan teknik, kegiatan ini juga mempererat solidaritas antar atlet FAJI di Bali,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antar daerah menjadi modal penting dalam memajukan olahraga arung jeram di Bali. Karena itu, latihan gabungan diharapkan bisa terus digelar secara berkelanjutan.
“Kalau latihan bersama terus dilakukan, kemampuan atlet akan semakin berkembang karena mereka terbiasa menghadapi karakter sungai dan teknik yang berbeda-beda,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya