Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bridge Buleleng Tancap Gas! Bidik Juara Umum Porjar Bali untuk Keempat Kalinya

Eka Prasetya • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:06 WIB
SELEKSI: Proses seleksi atlet bridge Buleleng menjelang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. (GABSI Buleleng)
SELEKSI: Proses seleksi atlet bridge Buleleng menjelang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. (GABSI Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Buleleng mulai memanaskan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026.

Organisasi yang menaungi olahraga bridge itu menggelar seleksi atlet bridge tingkat SMP dan SMA di SMPN 8 Singaraja, Jumat (15/5/2026).

Seleksi tersebut menjadi tahap penting dalam menjaring pasangan atlet terbaik yang nantinya memperkuat kontingen Kabupaten Buleleng pada ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Bali.

Tak sekadar tampil, GABSI Buleleng juga membidik target tinggi. Mereka berambisi mempertahankan dominasi sekaligus merebut gelar juara umum untuk keempat kalinya secara beruntun di cabang olahraga bridge.

Prestasi itu bukan tanpa alasan. Pada Pprojar Bali 2025 lalu, atlet-atlet bridge Buleleng tampil impresif dengan menyabet dua medali emas dari nomor beregu SMP dan pasangan SMP. 

Selain itu, satu medali perak diraih dari nomor pasangan SMA serta satu medali perunggu dari nomor beregu SMA.

Raihan tersebut memastikan Buleleng keluar sebagai juara umum selama tiga tahun berturut-turut.

Ketua GABSI Buleleng, I Made Nuridja mengatakan, seleksi dilakukan secara ketat dengan mengacu pada hasil pertandingan dan akumulasi masterpoint yang dimiliki masing-masing atlet.

Atlet yang konsisten mencatatkan prestasi akan mendapat poin tambahan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tim inti.

“Seleksi ini dilakukan untuk mencari atlet terbaik Buleleng yang akan berlaga pada eksibisi Porjar Bali yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang di Denpasar,” ujarnya.

Dalam eksebisi Porjar Bali 2026 nanti, terdapat empat nomor yang dipertandingkan yakni beregu SMP, beregu SMA, pasangan SMP, dan pasangan SMA.

Usai seleksi, atlet yang terpilih akan langsung menjalani training center (TC) secara intensif guna mematangkan strategi dan kekompakan tim.

Saat ini sedikitnya enam sekolah telah ambil bagian dalam proses seleksi tersebut. 

Namun panitia mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait jarak tempuh atlet dari masing-masing sekolah menuju lokasi pertandingan maupun latihan.

Tak hanya fokus mengejar prestasi, kegiatan seleksi juga diharapkan menjadi ruang mempererat solidaritas antar atlet agar terbentuk chemistry dan kerja sama yang solid saat bertanding nanti.

Menariknya, pembinaan olahraga bridge di Buleleng kini mulai diperluas hingga jenjang sekolah dasar. 

Salah satunya dilakukan di SDN 3 Tinga-Tinga sebagai bagian dari upaya regenerasi atlet sejak dini.

Menurut Nuridja, minat pelajar terhadap olahraga bridge di Kabupaten Buleleng terus mengalami peningkatan setiap tahun. 

Karena itu, pihaknya berencana memperluas pembinaan ke sejumlah sekolah strategis lainnya di Kota Singaraja.

“Minat siswa terhadap olahraga bridge terus meningkat. Ke depan kami ingin memperluas pembinaan agar semakin banyak atlet potensial yang lahir dari Buleleng,” demikian Nuridja. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bridge #olahraga #atlet #Porjar #buleleng