SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Tim Voli Indoor Putra Buleleng tingkat SMA/SMK berhasil tampil impresif sepanjang turnamen dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026.
Skuad voli Bali Utara berhasil menembus babak final pada ajang tersebut. Babak final berlangsung pada Rabu (10/6/2026) lalu.
Menghadapi tim tuan rumah Badung di GOR Kerobokan, tim Buleleng harus legawa bertekuk lutut dengan skor 1-3 atas Badung.
Meski harus mengakui keunggulan tuan rumah, bagi tim Buleleng capaian tersebut tetap menjadi prestasi membanggakan.
Raihan medali perak sekaligus menandai peningkatan performa dibandingkan Porjar Bali 2025, saat Buleleng hanya mampu membawa pulang medali perunggu.
Perjalanan menuju final tidak dilalui dengan mudah. Sejak fase awal, tim Buleleng sudah dihadapkan pada persaingan ketat melawan sejumlah daerah yang memiliki kualitas pemain merata.
Setiap pertandingan berlangsung sengit dan menuntut konsistensi permainan serta mental bertanding yang kuat.
Pelatih Tim Voli Indoor Putra Buleleng, Gede Angkat Sastrawan, mengatakan tantangan sesungguhnya sudah terasa sejak babak awal.
Menurutnya, hampir seluruh tim peserta memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda sehingga faktor mental menjadi penentu hasil pertandingan.
“Sebenarnya pertandingan berat sudah dimulai dari babak awal, karena semua tim memiliki kualitas yang kuat. Siapa yang memiliki mental lebih kuat dan mampu mengatur ritme permainan, dialah yang akan memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Pada laga final, Buleleng sempat membuat publik tuan rumah terdiam. Tim asal Bali Utara mampu mencuri satu set dan beberapa kali memberikan tekanan kepada Badung.
Permainan cepat dan semangat juang para pemain membuat pertandingan berlangsung kompetitif hingga set-set akhir.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah Kadek Dharma Wijaya atau yang akrab disapa Obama.
Penampilannya sebagai motor serangan tim beberapa kali menghasilkan poin penting melalui smash keras yang sulit dibendung lawan.
Di balik keberhasilan menembus final, tim voli putra Buleleng ternyata harus melewati berbagai keterbatasan selama masa persiapan.
Fasilitas latihan yang minim dan sejumlah kendala teknis sempat menjadi tantangan yang harus dihadapi para atlet maupun pelatih.
“Upaya kami selama latihan dari awal sangat minim mengingat tempat dan situasi yang kami alami. Namun berkat tekad, perjuangan para atlet, serta kerja keras seluruh pelatih, kami mampu melewati masa-masa latihan meskipun banyak rintangan yang dihadapi,” katanya.
Menurut Gede Angkat, kemampuan teknik dan kondisi fisik memang penting. Namun pada level kompetisi seperti Porjar Bali, kekuatan mental menjadi faktor pembeda saat menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas relatif setara.
“Semua lawan berat. Namun yang paling berat adalah bagaimana menjaga mental saat menghadapi lawan-lawan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Buleleng, Putu Mangku Mertayasa, mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih yang berhasil membawa Buleleng melangkah hingga partai final.
Menurutnya, hasil Porjar Bali 2026 menjadi modal penting untuk menatap target yang lebih besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
“Tentunya saya bangga dengan prestasi yang diraih oleh atlet-atlet kita. Sebenarnya event Porjar ini merupakan warming up sekaligus potret kekuatan kita menuju Porprov 2027,” ungkapnya.
Mangku Mertayasa menilai capaian tersebut menunjukkan pembinaan bola voli di Buleleng berjalan ke arah yang positif. Terlebih, Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027 sehingga peluang untuk berbicara banyak di kandang sendiri terbuka lebar.
“Astungkara ke depan emas menjadi milik kita. Semua kabupaten merupakan lawan yang cukup berat, namun dengan tekad serta dukungan masyarakat Buleleng saat Porprov dilaksanakan di Buleleng, kami yakin bisa menjadi juara,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya