Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Dukung Penguatan PBFI Bali. Porjar 2027 Jadi Gerbang Cetak Atlet Binaraga Muda

Marsellus Pampur • Minggu, 28 Juni 2026 | 11:33 WIB
BAHAS PEMBINAAN ATLET: Suasana Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PBFI Bali, membahas pembinaan atlet binaraga menuju Porprov Bali 2027. (PBFI Bali)
BAHAS PEMBINAAN ATLET: Suasana Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PBFI Bali, membahas pembinaan atlet binaraga menuju Porprov Bali 2027. (PBFI Bali)

 

RadarBuleleng.id – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Buleleng mendukung langkah Pengurus Provinsi (Pengprov) PBFI Bali memperkuat organisasi dan pembinaan atlet menjelang Porprov Bali 2027. 

Salah satu upaya yang didorong yakni pembentukan dua Pengkab baru di Bali serta mengusulkan cabang olahraga binaraga masuk dalam Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali mulai 2027.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PBFI Bali yang digelar di Hotel City of Aventus, Denpasar, Jumat (26/6/2026) lalu.

Ketua Pengprov PBFI Bali, I Nyoman Yoan Saputra, mengatakan Rakerprov menjadi momentum menyusun arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat pembinaan atlet untuk menghadapi Porprov Bali 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya.

"Melalui Rakerprov ini kami menyusun langkah-langkah strategis agar pembinaan atlet semakin baik, organisasi semakin kuat, dan target meraih medali emas di ajang nasional bisa diwujudkan," katanya.

Selain membahas program kerja, PBFI Bali juga menargetkan pembentukan dua Pengkab baru, yakni Karangasem dan Bangli. 

Penambahan kepengurusan itu diharapkan mampu memperluas pembinaan atlet sehingga tidak hanya terpusat di daerah-daerah tertentu.

Menurut Yoan, semakin banyak kepengurusan di tingkat kabupaten, semakin besar pula peluang menjaring bibit atlet potensial dari seluruh Bali.

PBFI Bali juga mendorong agar cabang olahraga binaraga dapat dipertandingkan dalam Porjar Bali mulai 2027. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari regenerasi atlet sejak usia pelajar.

"Kalau binaraga bisa masuk PORJAR, pembinaan akan dimulai lebih dini. Ini menjadi langkah penting untuk mencetak atlet-atlet muda yang nantinya siap berprestasi di Porprov, PON, hingga level internasional," sebutnya.

Dalam laporan panitia Rakerprov disebutkan, raihan medali perak pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi motivasi bagi PBFI Bali untuk memburu medali emas pada PON berikutnya. 

Karena itu, seluruh program kerja difokuskan pada penguatan organisasi, peningkatan pembinaan atlet, pembentukan dua Pengkab baru, penyusunan Technical Handbook (THB) Porprov Bali 2027, hingga upaya menghadirkan binaraga sebagai cabang ekshibisi pada Porjar 2027.

Sementara itu, Ketua Pengkab PBFI Buleleng, I Made Widiasa Pasputra, mengatakan pembentukan Pengkab Karangasem menjadi target terdekat sebelum dilanjutkan dengan pembentukan Pengkab Bangli.

Menurutnya, penambahan kepengurusan di tingkat kabupaten akan memperluas jangkauan pembinaan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet binaraga baru dari berbagai daerah di Bali.

Selain itu, PBFI Bali juga mulai menjalin koordinasi dengan KONI Bali dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali agar binaraga dapat dipertandingkan pada Porjar Bali.

"Melalui KONI Bali nanti kami mengupayakan agar cabang olahraga binaraga bisa dipertandingkan di Porjar. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Disdikpora. Pembinaannya nanti mulai menyasar tingkat SMA terlebih dahulu," imbuh Widiasa.

Dalam Rakerprov tersebut juga dipastikan Technical Handbook Porprov Bali 2027 tetap mengacu pada regulasi nasional tanpa perubahan aturan pertandingan.

"THB Porprov tetap mengacu pada aturan nasional, tidak ada yang direvisi. Seperti Porprov 2025 kemarin, kami mengacu pada Technical Handbook PON. Begitu juga Porprov 2027 nanti tetap mengikuti regulasi nasional," tegasnya.

Penyesuaian hanya dilakukan pada nomor pertandingan, khususnya kelas berat badan. Kelas 55 kilogram ditiadakan karena minimnya atlet yang memenuhi batas berat tersebut.

"Hanya kelasnya yang sedikit berubah. Untuk kelas 55 kilogram kami tiadakan karena memang sulit mencari atlet dengan berat badan di bawah 55 kilogram. Jadi nanti dimulai dari kelas 60 kilogram," jelas Widiasa.

Ia menambahkan, pada Porprov Bali 2027 cabang olahraga binaraga akan mempertandingkan tujuh kelas berdasarkan berat badan yang dimulai dari kelas 60 kilogram. 

Selain itu, juga akan dipertandingkan dua kelas Men's Athletic Physique (MAP) dan dua kelas Men's Sport Physique, sehingga total terdapat 11 nomor pertandingan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #olahraga #binaraga #porprov bali #buleleng