SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali harus menjadi ajang melahirkan atlet-atlet terbaik daerah, bukan sekadar arena berburu medali dengan merekrut atlet dari luar Bali.
Menurutnya, prestasi sejati hanya bisa dibangun melalui pembinaan atlet lokal secara berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Koster saat menerima atlet panjat tebing dunia asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (24/7/2026).
Keberhasilan Desak Rita dinilai menjadi bukti bahwa Bali memiliki potensi besar mencetak atlet kelas dunia melalui proses pembinaan yang konsisten sejak usia dini.
"Event Porprov Bali saya harapkan menjadi wahana pembibitan sekaligus membangun prestasi olahraga di Bali yang dilakoni oleh putra-putri terbaik Bali. Atlet yang bertanding wajib atlet lokal Bali, supaya prestasi yang diraih benar-benar atas nama Bali dengan pemain dari Bali," tegas Koster.
Ia menilai, seluruh pemangku kepentingan olahraga di Bali sudah saatnya meninggalkan pola pikir pragmatis yang hanya berorientasi pada raihan medali.
Praktik mendatangkan atlet dari luar daerah demi kemenangan dinilai tidak akan memperkuat fondasi olahraga Bali dalam jangka panjang.
"Kita harus mulai berpikir jangka panjang, tidak lagi melakukan cara-cara pragmatis untuk prestasi dengan menampilkan atlet dari luar dan membayar. Itu kebanggaan yang semu. Kita ingin kebanggaan yang riil, yaitu prestasi yang benar-benar diraih putra-putri terbaik lokal Bali," ujarnya.
Koster berharap setiap kabupaten dan kota menjadikan Porprov sebagai momentum menampilkan hasil pembinaan atlet daerah.
Dari ajang tersebut, diharapkan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Bali di tingkat nasional hingga internasional.
"Melalui even seperti Porprov ini kita harapkan proses pembibitan berjalan dengan baik. Semua daerah menyiapkan putra-putri terbaiknya untuk tampil di Buleleng, sehingga menghasilkan atlet tingkat provinsi yang akan mengikuti nasional dan internasional," katanya.
Untuk mewujudkan hal itu, Koster meminta seluruh KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, dan insan olahraga di Bali memiliki komitmen yang sama dalam membangun sistem pembinaan atlet lokal yang berjenjang dan berkesinambungan.
"Saya minta semua KONI di Bali dan penggiat olahraga memiliki persepsi dan langkah yang sama," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna mengatakan keberhasilan Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadi contoh nyata hasil pembinaan atlet lokal yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini.
Menurutnya, Desak Rita merupakan atlet asli Buleleng yang tumbuh melalui proses pembinaan berjenjang hingga akhirnya mampu menembus level dunia.
"Desak Rita merupakan atlet murni hasil pembinaan Buleleng. Ia memulai dari awal, berproses melalui pembinaan yang berjenjang hingga akhirnya mampu meraih prestasi yang membanggakan di tingkat dunia," ujarnya.
Supriatna menegaskan, komitmen mengandalkan atlet lokal telah lama menjadi prinsip KONI Buleleng dalam setiap kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Ia pun menyambut baik arahan Gubernur Bali karena sejalan dengan kebijakan yang selama ini diterapkan Buleleng.
"Apa yang disampaikan Bapak Gubernur sejalan dengan komitmen kami. Sejak dulu Buleleng mengutamakan atlet lokal sebagai representasi daerah. Kami percaya prestasi yang dibangun melalui pembinaan atlet sendiri akan lebih membanggakan sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga Buleleng dan Bali," tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka PrasetyaSumber : Radar Buleleng