Bali International Cricket Oval Sanggalangit Diproyeksikan Jadi Venue Porprov Bali 2027

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 14:56 WIB
STANDAR INTERNASIONAL: Kondisi di Lapangan Cricket standar internasional yang ada di Desa Sanggalangit, Buleleng. (KONI Buleleng)
STANDAR INTERNASIONAL: Kondisi di Lapangan Cricket standar internasional yang ada di Desa Sanggalangit, Buleleng. (KONI Buleleng)

 

GEROKGAK, RadarBuleleng.id – Buleleng berpeluang memiliki salah satu venue cricket paling bergengsi di Indonesia. 

Bali International Cricket Oval yang berada di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, diproyeksikan menjadi arena pertandingan cricket pada Porprov Bali 2027.

Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI). 

Bahkan, federasi cricket nasional itu menilai keberadaan fasilitas baru di Buleleng dapat menjadi titik penting bagi pengembangan cricket, bukan hanya di Bali, tetapi juga Indonesia.

Dukungan tersebut mengemuka dalam pertemuan KONI Buleleng bersama PP PCI dan International Cricket Council (ICC) East Asia-Pacific Regional Manager, Kamis (13/8/2026).

Ketua Umum PP PCI, Abhiram Singh Yadav mengatakan, pihaknya mendukung apabila Bali International Cricket Oval dipercaya menjadi venue cricket Porprov Bali 2027. 

Menurutnya, penggunaan fasilitas bertaraf internasional dalam ajang olahraga tingkat provinsi akan menjadi catatan bersejarah bagi cricket Indonesia.

“Kami dari PCI sangat mendukung penyelenggaraan Porprov di lapangan baru dan venue internasional. Ini akan jadi yang pertama dalam sejarah Indonesia,” ujar Abhiram.

Bali International Cricket Oval dibangun secara pribadi di atas lahan sekitar 5 hektare. Kompleks tersebut dilengkapi dua lapangan utama yang dirancang memenuhi standar internasional.

Abhiram mengatakan pembangunan fasilitas itu berangkat dari kebutuhan akan lapangan yang representatif untuk pembinaan maupun pertandingan cricket di Indonesia. 

Selama ini, atlet cricket Indonesia dinilai telah menunjukkan prestasi dan perjuangan yang baik, tetapi masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan dan pertandingan.

“Motivasi utama tentu untuk membangun olahraga Indonesia. Kita lihat atlet-atlet Indonesia sudah berjuang sangat luar biasa, sayangnya kita belum punya lapangan yang memadai di Indonesia,” katanya.

Tak hanya cricket, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk cabang olahraga lain. Namun, penggunaannya tetap disesuaikan agar tidak mengganggu fungsi utama lapangan sebagai venue pertandingan cricket.

Ambisi Bali International Cricket Oval tidak berhenti pada Porprov Bali. Sebelum digunakan untuk pesta olahraga tingkat provinsi, lapangan di Sanggalangit itu juga diproyeksikan menjadi tuan rumah pertandingan internasional.

Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Kualifikasi Piala Dunia T20 Putri zona Asia Timur-Pasifik pada Mei 2027. Turnamen tersebut diperkirakan diikuti delapan negara dengan sekitar 200 peserta.

Kompetisi itu menjadi bagian dari jalur menuju Piala Dunia T20 Wanita 2028. 

International Cricket Council (ICC) East Asia-Pacific Regional Manager Toby Cohen menilai keberadaan fasilitas di Buleleng memberikan prospek besar bagi perkembangan cricket Indonesia.

Menurut Cohen, turnamen kualifikasi tersebut nantinya menjadi salah satu event cricket terbesar yang pernah digelar di Indonesia. 

Sejumlah negara yang akan ambil bagian di antaranya Indonesia, Jepang, Filipina, dan Papua Nugini.

“Visinya adalah memperkenalkan tempat ini secara internasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah opsi berkelas dunia untuk menjadi tuan rumah cricket internasional,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna menyambut positif hadirnya fasilitas cricket bertaraf internasional tersebut. Menurutnya, lapangan itu dapat memberikan dampak terhadap perkembangan cricket di Buleleng dan Bali.

“Kami sangat mendukung keberadaan lapangan ini karena pasti akan bermanfaat untuk perkembangan olahraga cricket di Bali maupun di Buleleng, khususnya di Buleleng,” kata Supriatna.

Selain menjadi fasilitas pertandingan, Supriatna melihat venue tersebut berpotensi menjadi magnet berbagai kompetisi. Buleleng berpeluang menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat nasional hingga internasional sekaligus memperkuat pembinaan atlet cricket lokal.

“Venue baru ini membuka kesempatan untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan cricket di Indonesia,” imbuhnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
cricket porprov bali buleleng lapangan