SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pertandingan sengit tersaji dalam lanjutan turnamen sepak bola Bupati Cup 2026 yang mempertemukan Putra Kubutambahan FC melawan Intan Jaya FC Celukan Bawang di Stadion Mayor Metra, Singaraja, Selasa (13/10/2026).
Harus puas berbagi angka, kedua tim mengakhiri laga perdana mereka dengan skor imbang 1-1.
Putra Kubutambahan FC sebenarnya berhasil mengambil kendali permainan terlebih dahulu pada awal babak pertama.
Tekanan yang dibangun anak-asuh Ketut Yopa ini membuahkan hasil pada menit ke-21 melalui gol manis yang dilesakkan Komang Ardi Someyasa. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Kubutambahan.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Intan Jaya FC Celukan Bawang merespons cepat dengan meningkatkan intensitas serangan.
Pada menit ke-33, striker Intan Jaya, Raihan, sukses menjebol gawang lawan sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan perlahan menurun akibat kondisi fisik para pemain dari kedua kesebelasan yang mulai terkuras.
Hingga wasit Kurniadi meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tak ada gol tambahan yang tercipta.
Usai laga, Manajer Intan Jaya FC, Burhannudin mengaku performa timnya masih belum optimal. Apalagi pada paruh kedua pertandingan, ketahanan fisik para pemain makin kendor.
”Untuk pertandingan pertama ini memang banyak pemain yang fisiknya belum maksimal, terlihat sekali banyak yang kelelahan di babak kedua. Bisa jadi karena semalam ada yang begadang atau mungkin terkena demam panggung di laga perdana. Untuk pertandingan berikutnya kami harus jauh lebih fokus lagi,” ujar Burhannudin, Selasa (13/10/2026).
Di sisi lain, Pelatih Putra Kubutambahan FC, Gede Yopa Martadinata mengakui timnya masih dihadapkan pada kendala minimnya masa persiapan serta porsi latihan yang sangat singkat sebelum turnamen bergulir.
Ia menyebut butuh waktu dan proses berkelanjutan untuk membentuk kedalaman taktik serta chemistry yang solid di dalam skuadnya.
”Jujur saja, fisik pemain kami masih kendor karena baru sempat latihan tiga kali. Untuk sepakbola, sebuah tim idealnya sudah main bersama 1-2 tahun baru bisa ketemu chemistry-nya. Masih banyak PR bagi kami di tim pelatih, terutama soal teknik, agar di pertandingan berikutnya bisa tampil lebih baik,” pungkas Yopa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng