Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Coreng Citra Pariwisata di Buleleng, Menteri Pariwisata Minta Konter Liar Ditertibkan

Eka Prasetya • Senin, 1 Januari 2024 | 23:14 WIB

Satgas Pariwisata saat mendatangi konter penjualan tiket wisata yang dinilai illegal di Buleleng belum lama ini.
Satgas Pariwisata saat mendatangi konter penjualan tiket wisata yang dinilai illegal di Buleleng belum lama ini.

GEROKGAKKeberadaan konter liar yang menjual paket aktivitas wisata, menjadi perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kementerian meminta pemerintah daerah menertibkan kondisi tersebut. Sehingga wisatawan tidak merasa tertipu.

Permintaan itu diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, saat membuka Pemuteran Bay Festival di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, pada Kamis 18 November 2023 lalu.

Sandiaga mengatakan dalam perjalanan ke Pemuteran, ia mendapat informasi dari pegiat pariwisata. Menurutnya kementerian sudah menerjunkan tim untuk mendalami masalah tersebut.

 “Ada mis informasi dari segi masuknya wisatawan tersebut. Wisatawan belum dapat informasi lengkap dimana tempat masuk yang resmi,” kata Sandiaga.

Ia meminta agar pemerintah daerah memasang lebih banyak plang informasi. Sehingga wisatawan masuk melalui tempat yang sudah disiapkan dan diresmikan pemerintah. Bukan melalui konter liar yang menyaru sebagai loket penjualan tiket, namun ternyata menjual paket aktivitas pariwisata.

Mantan Wakil Gubernur Jakarta itu juga mengimbau masyarakat menghindari praktik-praktik seperti itu alias pemalakan. “Karena wisatawan tersebut mungkin tidak dapat informasi (lengkap). Istilahnya digetok. Kalau digetok, dia akan kapok. Ini reputasi Bali yang harus dijaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menegaskan ia sudah mengecek kondisi faktual.

Menurutnya di sepanjang Jalan Raya Desa Lemukih-Wanagiri, ada tiga buah konter yang menyaru menjadi loket penjualan tiket resmi. Namun ternyata menjual paket wisata.

“Ada tiga pos yang dalam kategori ilegal. Kami akan lakukan pembinaan. Sudah kami tutup ketiganya. Senin kami diskusikan agar ada skema terbaik,” ujarnya.

Ia menyebut masalah tersebut terkait dengan kompetisi untuk mendapatkan rejeki dari sektor pariwisata. Dody mengklaim pemerintah akan menuntaskan masalah tersebut secara win-win solution.

Seperti diketahui, seorang wisatawan domestik (wisdom) mengeluh merasa ditipu saat hendak berkunjung ke Air Terjun Sekumpul. Dia dihentikan oleh warga yang membuka sebuah konter ilegal di wilayah Desa Pegayaman. Konter itu dibuka sedemikian rupa seolah-olah loket resmi penjualan tiket menuju Air Terjun Sekumpul. Padahal konter itu berjarak sekitar 11 kilometer dari air terjun.

Wisatawan diminta membayar Rp 300 ribu. Bila tidak membayar, mereka dilarang lewat. Ternyata nominal itu merupakan paket wisata, bukan sekadar tiket wisata. Praktis wisatawan merasa ditipu, karena merasa dipalak alias dipaksa membeli paket wisata. ***

Editor : Donny Tabelak
#sandiaga salahudin uno #menteri pariwisata #wisatawan dipalak