Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Wujudkan Destinasi Unggul, Dispar Siapkan 12 Desa Wisata Jadi Magnet Pariwisata Baru di Buleleng

Eka Prasetya • Kamis, 11 Januari 2024 | 22:49 WIB
DESTINASI UNGGUL: Pembinaan pengelolaan desa wisata yang digelar Dinas Pariwisata Buleleng.
DESTINASI UNGGUL: Pembinaan pengelolaan desa wisata yang digelar Dinas Pariwisata Buleleng.

SINGARAJA, Radar Buleleng.id – Dinas Pariwisata Buleleng melakukan pembinaan terhadap 12 desa wisata yang ada di Buleleng.

Dinas Pariwisata (Dispar) akan memberikan strategi khusus kepada desa-desa tersebut, sehingga dapat menjadi destinasi tujuan pariwisata di Buleleng.

Dispar Buleleng mengumpulkan seluruh pemangku kebijakan destinasi wisata tersebut di Restoran Ranggon Sunset, Pantai Penimbangan, Kamis (11/1/2024).

Dalam pertemuan tersebut, Dispar menghadirkan sejumlah pemangku kebijakan. Yakni perbekel, kelian desa adat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).

Pemangku kebijakan itu berasal dari 12 desa wisata. Yakni Desa Madenan di Kecamatan Tejakula, Desa Lemukih di Kecamatan Sawan, Desa Pegayaman di Kecamatan Sukasada, Desa Gobleg di Kecamatan Banjar, Desa Mayong, Desa Umeanyar, Desa Lokapaksa, dan Desa Munduk Bestala di Kecamatan Seririt, Desa Bengkel di Kecamatan Busungbiu, Desa Sumberkima di Kecamatan Gerokgak, dan Desa Anturan di Kecamatan Buleleng.

Pada pertemuan tersebut, Dispar Buleleng merapatkan barisan dengan para pemangku kebijakan. Sekaligus menyusun program, agar wisatawan berdatangan ke desa wisata tersebut.

Kepala Dispar Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya mengajak pemerintah desa berkolaborasi untuk mewujudkan desa wisata yang unggul.

Harapannya, pariwisata Buleleng semakin maju. Sekaligus makin diminati wisatawan, baik itu wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Selanjutnya Dispar akan melakukan identifikasi terhadap keunggulan dan ciri khas desa. Keunggulan itu akan dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah daya tarik utama.

“Target kami bulan Februari kelembagaan yang diperlukan di desa untuk memajukan desa wisata, harus sudah terbentuk,” ujarnya.

Kemudian pada bulan Maret hingga Juni, Dispar Buleleng akan memberi pendampingan dan pembinaan, serta pelatihan sesuai dengan keperluan desa.

Pelatihan yang dimaksud meliputi pengelola desa wisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia Pokdarwis, penguatan kompetensi pemandu wisata, pelatihan membuat paket wisata desa, penguatan tata kelola manajemen destinasi wisata, serta pelatihan lifeguard bila diperlukan.

Dengan skema tersebut, diharapkan pada bulan Oktober hingga Desember mendatang desa wisata tersebut sudah siap menerima wisatawan.

“Pada bulan Oktober–Desember harapannya sudah melakukan promosi. Kalau perlu menggelar event,” ujar Dody.

Ia mengaku selama ini desa wisata kesulitan mengembangkan destinasi mereka. Pemicunya para pemangku kebijakan di desa masih kurang kolaborasi. Ditambah lagi pengetahuan di bidang pariwisata masih terbatas.

Selain itu sumber daya manusia yang mengelola Pokdarwis juga terbatas. Karena mereka hanya bergerak sebagai relawan.

“Harapan kami kedepan itu memang benar-benar ada komitmen dari desa. Toh APBDes juga bisa digunakan untuk promosi potensi wisata desa. Sehingga nanti berdampak bagi masyarakat,” demikian Dody. (*)

Editor : Eka Prasetya
#wisata #Dispar #LPHD #anturan #bpd #pegayaman #Mayong #Sumberkima #pokdarwis #lemukih #dinas pariwisata #pariwisata #gobleg #umeanyar #lpm #Madenan #bumdes #dinas pariwisata buleleng #pariwisata buleleng