SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pariwisata Buleleng mulai pasang strategi memperluas segmentasi pasar wisatawan.
Selama ini kunjungan wisatawan di Buleleng didominasi oleh wisatawan mancanegara (wisma).
Kini Dinas Pariwisata Buleleng berencana mengincar segmentasi wisatawan domestik. Pemerintah menilai segmentasi wisatawan domestik belum digarap optimal.
Selama ini wisatawan domestik lebih banyak berwisata di wilayah Bali Selatan. Wilayah paling utara Pulau Bali yang dikunjungi wisatawan adalah Danau Buyan.
Sayangnya wisatawan-wisatawan itu sangat jarang berkunjung ke Kabupaten Buleleng yang notabene kabupaten di utara Pulau Bali.
Selama ini Buleleng hanya menjadi daerah perlintasan bagi wisatawan domestik yang berlibur di Pulau Bali.
Setelah mereka tuntas berwisata di Bali Selatan, mereka hanya melintasi Kabupaten Buleleng untuk menuju Gilimanuk.
Dinas Pariwisata Buleleng pun merancang strategi tersendiri untuk menarik kunjungan wisatawan domestik.
Pada Kamis (26/4/2024) Dinas Pariwisata Buleleng melakukan promosi dengan melibatkan agen perjalanan wisata alias travel agent di Jawa Timur.
Ini merupakan kedua kalinya Dinas Pariwisata Buleleng melakukan promosi pada segmen pariwisata domestik. Tahun lalu, Dinas Pariwisata juga melakukan promosi di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya punya alasan sendiri melakukan promosi pariwisata ke Pulau Jawa.
Alasan pertama, proporsi penduduk di Pulau Jawa, terbanyak seantero Indonesia. Sehingga Pulau Jawa menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan.
Alasan lainnya, wisatawan domestik selama ini belum banyak mengeksplorasi keindahan alam dan potensi wisata di Buleleng.
Dinas Pariwisata Buleleng meyakini wisatawan yang berkunjung ke Buleleng akan mendapatkan pengalaman wisata yang berbeda.
“Selama ini sudah ada sih yang berkunjung. Tapi baru terbatas melihat atraksi lumba-lumba. Kalau dalam bentuk rombongan besar, itu belum banyak,” kata Dody.
Dody mengklaim Buleleng sebenarnya memiliki akomodasi dan destinasi wisata yang ramah bagi wisatawan domestik. Baik itu wisatawan dengan kantong pelajar hingga kantong bonafid.
Ia mencontohkan, Buleleng memiliki hotel budget dengan nominal sewa di bawah Rp 300 ribu per malam. Bahkan ada juga yang nominalnya di atas Rp 5 juta semalam.
Selain itu ada banyak destinasi wisata yang bisa dijajal wisatawan domestik.
“Dari wisata alam seperti air terjun, wisata buatan seperti Krisna Funtastic Land, maupun wisata religi makam keramat umat muslim, itu ada di Buleleng,” ujarnya.
Dody optimistis kunjungan wisatawan domestik ke Bali Utara akan mendongkrak perekonomian masyarakat di Buleleng.
“Terutama kan dari sisi penjualan oleh-oleh. Karena domestik spending (belanja) terbesarnya di sana. Ini akan menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang ada di Buleleng,” demikian Dody. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya