Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Driver Pariwisata di Lovina Resah Taxi Online, Begini Sikap Pemerintah

Eka Prasetya • Senin, 13 Mei 2024 | 01:12 WIB

 

Sejumlah sopir angkutan pariwisata di Lovina berdiskusi mengenai keinginan mereka membentuk organisasi resmi. Hal ini untuk menghindari perang tarif yang ada.
Sejumlah sopir angkutan pariwisata di Lovina berdiskusi mengenai keinginan mereka membentuk organisasi resmi. Hal ini untuk menghindari perang tarif yang ada.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para driver pariwisata alias pengemudi angkutan pariwisata di kawasan wisata Lovina mulai resah dengan kehadiran taxi online di wilayah mereka.

Kehadiran taxi online dikhawatirkan membuat para driver mati. Karena tarif yang dipancang tidak masuk akal.

Hal itu dikhawatirkan akan memicu perang tarif yang tidak sehat. Dampaknya driver pariwisata akan merugi karena tidak punya modal untuk memberikan tarif promo secara kontinu.

Kekhawatiran para driver pariwisata itu, mendapat tanggapan dari Dinas Pariwisata Buleleng.

Baca Juga: Tuntaskan Masalah Banjir di Lovina, Begini Strategi Pemkab Buleleng

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengungkapkan, transportasi berbasis digital telah menyebar merata di wilayah Buleleng.

Dari pengamatan pemerintah, tarif yang ditawarkan oleh layanan transportasi online, lebih rendah dibandingkan dengan tarif transportasi konvensional. 

Hal tersebut menimbulkan permasalahan bagi masyarakat Buleleng yang bergerak di sektor transportasi pariwisata. Karena pendapatan dari pengemudi transportasi konvensional menurun. 

Sementara kebanyakan wisatawan juga telah menggunakan aplikasi transportasi online di ponsel mereka sendiri. Sehingga tidak ada alasan untuk melarang atau memaksa mereka untuk menggunakan transportasi yang dipilih.

"Kami akan kaji dan mencari solusi bersama sebagai upaya penyelesaian atas masalah tersebut, kami telah mengambil langkah konkret, salah satunya menciptakan sebuah wadah organisasi bagi para driver transportasi konvensional, meskipun organisasi ini belum memiliki badan hukum resmi," jelas Dody.

Baca Juga: Wow! Tahun 2024 Dinas Pariwisata Target 6 Juta Kunjungan Turis ke Bali

Dody menyebut, para driver pariwisata sebenarnya telah berhasil menjalin kerjasama dengan pihak-pihak hotel. Selain itu manajemen hotel dan pengemudi telah sepakat terkait biaya tarif yang sesuai dengan tujuan yang dituju oleh tamu.

Meski begitu, pria yang mantan Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng itu menyebut perlu ada solusi yang tepat untuk menjaga keseimbangan dalam industri transportasi di daerah.

Satu sisi driver pariwisata bisa menjalankan usahanya, taxi online tetap berjalan tanpa ada benturan, selain itu tarif juga tetap stabil. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Meskipun tantangan masih ada, langkah-langkah yang diambil oleh pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng ini diharapkan dapat membawa solusi bagi kelangsungan hidup para pengemudi konvensional di tengah persaingan dengan layanan transportasi online yang semakin berkembang pesat," ujarnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat. 

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan, dengan memberikan pelatihan seperti public speaking

Langkah ini juga diambil sebagai syarat agar organisasi yang dibentuk dapat memperoleh badan hukum yang sah.

Seperti diberitakan sebelumnya, driver pariwisata di Buleleng resah karena pendapatan mereka menurun dan kalah bersaing dengan transportasi online.

I Kadek Sarjana, salah satu sopir angkutan pariwisata mengatakan terbentuknya organisasi dapat membawa efek positif bagi mereka.

Apalagi dengan berkembangnya transportasi online sampai ke kawasan Lovina, membuat Sarjana dan kawan-kawannya mulai kekurangan pendapatan.

Persaingan tarif antara angkutan konvensional dan online ditakutkan juga membuat citra pariwisata Lovina buruk. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#taxi online #pariwisata #lovina #driver #buleleng