RadarBuleleng.id - Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah semakin kuat. Bahkan kini 1 US Dollar mencapai Rp 16.282.
Hal itu pun diyakini akan memberikan dampak terhadap kondisi pariwisata. Terutama di Pulau Bali.
Pakar Ekonomi Bali, I Made Sara menilai ada dua sisi dampak dari menguatnya nilai dolar bagi pariwisata Bali.
Secara positif, dengan dolar yang lebih kuat, maka wisatawan mancanegara akan merasa lebih hemat saat berlibur di Bali.
Hal itu akan meningkatkan daya saing Bali dibandingkan dengan destinasi wisata lain di kawasan Asia Tenggara.
Baca Juga: Pikat Wisatawan, Tawarkan Paket Perjalanan Tour Bali Aga. Apa Istimewanya?
Daya saing harga lebih baik dan dapat menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Bali. Ujungnya hal itu akan berdampak positif bagi pelaku usaha pariwisata.
"Dengan banyaknya wisatawan yang datang mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha pariwisata sehingga dapat membantu peningkatan kualitas layanan dan pengembangan usaha," kata Sara, kemarin (9/7/2024).
Meski berdampak positif, naiknya nilai dolar Amerika juga berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Bagi pengusaha wisata yang mengandalkan bahan baku impor, kenaikan nilai tukar itu akan berpengaruh pada membengkaknya biaya operasional.
"Kenaikan dolar selalu akan diikuti dengan penurunan nilai tukar rupiah, dan ketidakpastian ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga: Strategi Genjot Wisatawan, Dispar Undang Biro Perjalanan Wisata Jelajahi Buleleng
Dia pun menyarankan agar para pengusaha mengedepankan penjualan paket wisata. Dengan catatan harga harus kompetitif.
Selain harga yang kompetitif, pengusaha juga harus meningkatkan kualitas layanan untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan.
Pengusaha juga bisa mengembangkan dan mencari pasar baru di negara yang mata uangnya tidak terikat dengan dolar AS.
"Kenaikan dolar memang menjadi tantangan bagi pelaku usaha di Bali, namun dengan strategi yang tepat, maka pelaku usaha dapat melakukan usahanya dengan sukses," demikian Made Sara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya