Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pakai E-Ticketing, Delapan Daya Tarik Wisata di Buleleng Sumbang Rp 3,4 Miliar

Francelino Junior • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 15:09 WIB
DESTINASI UNGGULAN: Salah satu objek wisata air terjun di Buleleng.
DESTINASI UNGGULAN: Salah satu objek wisata air terjun di Buleleng.

SINGARAJAradarbuleleng.id - Delapan Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng menyumbang Rp 3,4 miliar hingga Juli 2024.

Delapan DTW tersebut diketahui menggunakan e-ticketing. Meski begitu, raihan tersebut belum mencapai setengah dari target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng, yakni Rp 10 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara menyebutkan bahwa kedelapan DTW itu yakni Air Terjun Gitgit, Air Panas Banjar, Air Panas Banyuwedang, Air Terjun Melanting, Air Terjun Sekumpul, Air Terjun Les, Danau Tamblingan, dan Pantai Giri Emas.

”Realisasi hingga bulan Juli 2024, yakni sebesar Rp 3.430.754.000. Harusnya setengahnya, karena targetnya di tahun 2024 Rp 10 miliar. Di delapan DTW itu sudah terpasang e-ticketing,” ujarnya ditemui pada Jumat (9/8) siang.

Berdasarkan data dari Dispar Buleleng sejak bulan Januari-Juli, Air Terjun Gitgit menyumbangkan Rp 96.475.000, Air Panas Banjar menyumbangkan Rp 1.851.835.000, Air Panas Banyuwedang menyumbangkan Rp 248.680.000, dan Air Terjun Melanting menyumbangkan Rp 686.090.000.

Kemudian Air Terjun Sekumpul menyumbangkan Rp 250.380.000, Air Terjun Les menyumbangkan Rp 61.000.000, Danau Tamblingan menyumbangkan Rp 227.490.000, dan Pantai Giri Emas menyumbangkan Rp 8.804.000.

Dody mengungkapkan bila keterbatasan alat e-ticketing membuat target tidak sesuai harapan.

Padahal katanya, ada 25 DTW yang masuk di dalam Perda Nomor 9 Tahun 2023 tentang Retribusi dan Pajak Daerah. Sedangkan salah satu bank memfasilitasi kesediaan alat.

”Kendalanya alat e-ticketing yang disiapkan salah satu bank. Tapi tahun depan, kami akan beli alatnya, sedangkan software disiapkan bank tersebut. Jadi Pemkab Buleleng tidak menunggu CSR,” lanjut Kepala Dispar Buleleng itu.

Selain itu, Dody mengungkapkan bila kendala lainnya adalah kesiapan kelompok pengelola terkait dengan tata kelola dan manajemen.

Ini juga yang menjadi salah satu pengaruh tidak tercapainya target PAD.

”Kami akan evaluasi target PAD pariwisata dari Rp 10 miliar, menjadi Rp 5-6 miliar di APBD perubahan,” tutupnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#daya tarik wisata #DTW #pad #dispar buleleng #Air Terjun Gitgit #danau tamblingan