Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Genjot Kunjungan Wisatawan ke Buleleng, Kementerian Pariwisata Buka Jalur Wisata Banyuwangi-Buleleng

Francelino Junior • Senin, 23 September 2024 | 00:43 WIB

 

LUNCURKAN: Menparekraf RI, Sandiaga Salahudin Uno tiba di dermaga Pemuteran usai uji coba jalur paket wisata 3B. Inovasi wisata ini sebagai upaya distribusi wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan.
LUNCURKAN: Menparekraf RI, Sandiaga Salahudin Uno tiba di dermaga Pemuteran usai uji coba jalur paket wisata 3B. Inovasi wisata ini sebagai upaya distribusi wisatawan yang menumpuk di Bali Selatan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI meluncurkan paket wisata Banyuwangi-Bali Barat-Bali Utara (3B). 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno berharap bisa mendatangkan 500 ribu hingga 700 ribu orang wisatawan ke Buleleng.

Peluncuran paket wisata 3B ini dilakukan pada Sabtu (21/9) siang, yang ditandai dengan uji coba langsung kapal cepat (fast boat).

Kapal itu berangkat dari Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi menuju ke Lovina, Kabupaten Buleleng. Kapal juga transit di dermaga Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Sandiaga Uno pun langsung mencoba rute tersebut dengan fast boat. Ia mengklaim dalam perjalanan rombongannya disambut lumba-lumba. 

Sandiaga meyakini perjalanan yang diiring oleh mamalia laut tersebut merupakan good sign atau pertanda baik bagi pariwisata Bali.

Sandiaga Uno bersama rombongan tiba di dermaga Pemuteran sekitar pukul 12.05 Wita. Kemudian sempat mengikuti ritual penyambutan secara sederhana.

Menurut Sandiaga, inovasi wisata tersebut merupakan bentuk dan upaya pengembangan dan distribusi wisatawan, yang menumpuk di Bali selatan. Harapannya wisatawan dapat menyebar ke Kabupaten Buleleng.

”Ini adalah bagian daripada redistribution (pembagian) dari load (beban) yang ada di Bali Selatan, dengan pintu masuk dari Banyuwangi,” ujar Sandiaga.

Banyuwangi dipilih menjadi titik awal, karena banyak wisatawan domestik dari Pulau Jawa terkadang tertahan di Pelabuhan Ketapang. 

Mereka yang hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, harus tertahan atau kena macet setidaknya 2,5-3,5 jam.

Sandiaga menyebut, fast boat sengaja transit di Desa Pemuteran, karena ada permintaan pasar yang cukup besar di sana.

Ditambah lagi di Pemuteran ada wisata religi, konservasi biorock, dan Pemuteran Festival. Bahkan wisatawan yang ingin wisata konservasi, bisa berkunjung ke Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

”Target awal 5-10 persen dulu. Dari 7 juta wisatawan yang langsung ke Bali selatan, kami targetkan 500-700 ribu di dua atau tiga tahun pertama, yang pakai paket wisata ini,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dengan adanya fast boat dengan paket wisata 3B, wisatawan dapat bermalam di Banyuwangi, kemudian menuju Bali hanya dalam waktu kurang lebih 2 jam saja.

Strategi itu diharapkan menjadi game changer atau pengubah situasi wisata, yang memberikan pengalaman lebih menyenangkan. 

Disinggung mengenai kondisi dermaga yang sangat sederhana, Sandiaga Uno menyampaikan bila infrastruktur akan menyusul kemudian. 

”Awalnya mungkin akan sangat terbatas (paket wisata 3B), tapi ini bisa menjadi breakthrough (terobosan) yang lebih berkualitas. Aman dari segi konservasi tapi juga kaya akan ragam dari produk wisata yang ditawarkan,” pungkasnya.

Rencananya jalur pariwisata itu akan dua kali dalam seminggu. Seiring berjalannya waktu, durasi penyeberangan bisa saja ditambah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#banyuwangi #sandiaga uno #pariwisata #lovina #kementerian pariwisata #Pemuteran #buleleng