Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Berhasil Menang ADWI, Kepala Desa Les Ungkap Tips Meraih Kemenangan

Eka Prasetya • Senin, 18 November 2024 | 21:52 WIB

 

DAYA TARIK: Aktivitas pembuatan garam palungan di Desa Les, Kecamatan Tejakula. Aktivitas itu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
DAYA TARIK: Aktivitas pembuatan garam palungan di Desa Les, Kecamatan Tejakula. Aktivitas itu menjadi daya tarik bagi wisatawan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Desa Les di Kecamatan Tejakula, berhasil memenangkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Desa yang terletak di bagian timur Kabupaten Buleleng itu berhasil menyisihkan desa-desa lain yang masuk dalam jajaran 50 besar ADWI.

Keberhasilan itu membuat berbagai pihak di Buleleng. Tak terkecuali bagi Perbekel Les atau Kepala Desa Les, I Gede Adi Wistara.

Menurut Adi, sejak beberapa tahun belakangan pihaknya terus membenahi pariwisata yang ada di desa tersebut.

Tadinya desa hanya mengandalkan kunjungan wisatawan ke Air Terjun Yeh Mampeh. Adi sadar bahwa pariwisata tidak bisa mengandalkan satu destinasi saja.

“Kami ingin bagaimana wisatawan itu menghabiskan waktunya di desa kami. Kalau perlu beberapa hari menginap di desa kami,” ujar Adi.

Baca Juga: Bangga! Desa Les Raih Predikat Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Pandemi covid-19 kemudian melanda. Saat banyak pihak memilih berhenti, tidak demikian dengan Desa Les.

Pemerintah desa dengan stakeholder pariwisata bekerjasama melakukan identifikasi dan pemetaan potensi desa.

Saat pembatasan sosial berskala besar dilonggarkan, desa mulai berbenah melakukan penataan terhadap berbagai potensi.

Aktivitas masyarakat desa, justru menjadi atraksi bagi wisatawan. Khususnya wisatawan mancanegara (wisman).

Misalnya aktivitas warga melakukan pengelolaan sampah dan bercocok tanam organik, menjadi daya tarik. Demikian pula dengan pembuatan garam dengan sistem palungan, membuat wisman takjub.

Pemandu wisata juga mengajak wisatawan melihat aktivitas produksi virgin coconut oil, proses pembuatan gula juruh, pembuatan arak Bali, hingga mengajak wisatawan terlibat dalam aktivitas adat dan budaya.

Wisatawan yang berkunjung ke Desa Les juga diajak untuk beraktivitas di kawasan bahari. Seperti melakukan snorkeling serta diving di struktur terumbu karang yang ada.

“Jadi keseharian masyarakat itu yang menjadi atraksi. Wisatawan justru mendapat pengalaman yang intim, karena terlibat langsung dengan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Demikian pula dengan aktivitas kuliner. Wisatawan diajak merasakan sensasi kuliner di Dapur Bali Mula.

Restoran tersebut punya keunikan. Yakni tidak punya menu tetap. Sebab chef di restoran memasak makanan sesuai dengan hasil yang diperoleh nelayan, petani, maupun peternak lokal.

Wisatawan pun tidak bisa tiba-tiba datang memesan makanan. Mereka harus memesan tempat, paling tidak sehari sebelumnya.

“Dengan kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak yang ada di desa, kami akhirnya bisa meraih hasil terbaik. Stakeholder pariwisata termasuk desa adat,” ujarnya.

Lebih lanjut Adi mengatakan, setelah meraih ADWI tentu ada tugas berat menanti. Yakni melakukan promosi agar lebih banyak wisatawan yang datang ke Desa Les.

Ia mengaku selama ini sebagian besar wisatawan yang berwisata ke desa tersebut adalah wisman dari Eropa. Pihaknya juga berupaya agar semakin banyak lagi wisatawan domestik yang berkunjung.

“Tentu kami perlu sarana dan prasarana, termasuk kemudahan akses wisatawan dari Denpasar menuju desa kami. Kami juga akan terus berbenah, supaya wisatawan lebih nyaman berlibur di desa kami,” demikian Adi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Desa Les dinobatkan sebagai desa wisata terbaik di Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.

Desa tersebut berhasil meraih poin tertinggi dalam beberapa aspek penilaian. Meliputi daya tarik wisata, amenitas, digitalisasi, resiliensi, serta kelembagaan dan SDM. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pariwisata #desa les #wisatawan #desa wisata #buleleng #wisman #ADWI