RadarBuleleng.id - Kawasan wisata Nuanu yang berlokasi di Pantai Nyanyi, Desa Beraban, Tabanan mengembangkan wisata baru. Wisata itu diberi nama Magic Garden.
Taman kreatif tersebut mengoleksi tumbuhan tropis Indonesia, khususnya anggrek. Ada lebih dari 500 jenis spesies anggrek yang dikoleksi di sana.
Pengelola Magic Garden, Helga Noval menyebut, anggrek yang dikoleksi merupakan anggrek nusantara. Pihaknya sengaja fokus mengembangkan anggrek, sebab ada ribuan spesies anggrek yang terbentang dari Sabang hingga Merauke.
"Setiap tahun terus ada penemuan baru soal bunga anggrek. Baik jenis anggrek hasil penemuan hingga adanya perkawinan dari jenis anggrek yang berbeda," ungkap Helga saat ditemui belum lama ini.
Khusus di taman anggrek yang ada di Magic Garden, pihaknya mengembangkan anggrek tiger dan anggrek bulan. Anggrek Tiger butuh bertahun-tahun untuk berbunga. Bahkan jika sudah berbunga harga lumayan tinggi.
"Lama berbunga selama 5 tahun, kalau sisi harga di angka Rp 5 sampai 10 juta. Sementara harga anggrek Tiger untuk pembibitan harga masih kisaran ratusan ribu," tuturnya.
Selain itu pihaknya juga mengembangkan anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis). Anggrek itu cukup dikenal, karena ada pada mata uang pecahan uang Rp 100 ribu.
Helga menjelaskan, tanaman anggrek sebenarnya bisa hidup dimana saja. Hanya saja perlu diperhatikan soal cara melakukan pemeliharaan. Biasanya anggrek akan dibudidayakan menggunakan media tanam dari arang, sabut kelapa, serat pakis, hingga bebatuan khusus.
"Budidaya anggrek bisa dimana saja, hanya butuh perlakuan yang berbeda ketika ditanam di kondisi panas dan sejuk," jelasnya.
Sementara itu, Head of Nuanu Nature Team, Audria Evelinn mengatakan, Magic Garden adalah taman imersif yang dirancang untuk melestarikan dan merayakan keanekaragaman hayati.
Selain kebun anggrek, di sana juga terdapat fasilitas kebun kupu-kupu. Di kebun itu, terdapat ribuan kupu-kupu dan capung. Kedua hewan itu sangat penting untuk biodiversitas.
Pihaknya juga berencana menghadirkan Biota Lab. Laboratorium itu akan menjadi fasilitas penelitian yang mengeksplorasi hubungan antar spesies dalam ekosistem.
"Sehingga kedepan Magic Garden bukan hanya tentang menciptakan ruang yang indah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dalam antara manusia dan lingkungan,” demikian Audria. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya