SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pariwisata Buleleng minta para pengelola objek wisata alam mengatur jam operasional.
Pengatur jam operasional diharapkan dapat mencegah potensi munculnya korban jiwa akibat musibah.
Saat ini di Buleleng terdapat berbagai objek wisata alam. Objek wisata yang tersohor adalah sejumlah titik air terjun.
Masalahnya, pada musim hujan, objek wisata itu juga rentan terjadi bencana alam. Mulai dari banjir bandang, pohon tumbang, serta tanah longsor.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, pihaknya sudah mencermati kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sebulan belakangan.
Pihaknya akan melakukan inspeksi keamanan di objek wisata alam. Khususnya pada objek wisata air terjun.
Dody mengatakan, pihaknya telah menyiapkan checklist keamanan pada objek wisata alam. Harapannya, keamanan wisatawan lebih terjamin.
“Kami sudah siapkan tim untuk turun ke lapangan melakukan inspeksi keamanan. Kami akan cek kondisi riil di destinasi,” kata Dody saat dikonfirmasi pada Kamis (12/12/2024).
Dody menyebut, pihaknya juga menyiapkan form rekomendasi. Rekomendasi itu wajib dilaksanakan oleh pengelola objek wisata.
Ia memastikan segala aspek keamanan akan diteliti. “Misalnya ada tangga. Itu juga kami cek. Kalau tangganya licin, kami akan rekomendasi agar dibersihkan sampai tidak ada lumut. Biar tidak licin lagi,” katanya.
Lebih lanjut Dody mengatakan, pihaknya juga akan merekomendasikan kepada sejumlah pengelola untuk mengatur jam operasional objek wisata. Khususnya pada pengelola air terjun.
Jam operasional diatur berdasarkan kondisi alam. Apabila kondisi alam kurang memungkinkan, maka objek wisata wajib ditutup guna mengantisipasi kecelakaan.
“Pengelola harus berani mengatur jam operasional. Kalau cuaca tidak mendukung, harus tutup. Jangan dipaksa. Karena ini menyangkut keselamatan pekerja, wisatawan, maupun pengelola,” tegasnya.
Dody menegaskan pihaknya tidak ingin sekadar menerbitkan surat himbauan belaka. Sebab himbauan bisa diabaikan.
“Kami ingin tegas. Makanya mulai Senin kami inspeksi. Nanti kami akan terbitkan rekomendasi yang sifatnya mengikat dan wajib ditindaklanjuti,” demikian Dody. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya