SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pariwisata Buleleng menghadapi tantangan berat di awal tahun 2025. Meskipun ada sedikit peningkatan jumlah wisatawan pada Januari, secara keseluruhan tren kunjungan mengalami penurunan, terutama memasuki bulan Februari.
Sejumlah faktor menjadi penyebab, mulai dari musim sepi (low season) hingga dampak efisiensi anggaran pemerintah yang ikut memukul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Buleleng, I Putu Gede Parma mengatakan, rendahnya jumlah kunjungan pada triwulan pertama ini bukan semata karena siklus tahunan.
Penurunan daya beli masyarakat dan pembatasan kegiatan skala besar seperti event dan konferensi, turut memperburuk kondisi.
“Banyak event ditunda, termasuk agenda MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition), baik nasional maupun internasional. Perlambatan ekonomi global pun ikut memberi dampak signifikan,” jelas Parma.
Baca Juga: ITDC Nusa Dua Prediksi Okupansi Tembus 70 Persen saat Libur Nyepi dan Lebaran
Menanggapi situasi ini, BPPD Buleleng mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis.
Salah satu usulan adalah memberikan insentif dan keringanan pajak bagi pelaku usaha pariwisata dan pelaku UMKM yang terdampak.
Tak hanya itu, Parma juga mengusulkan pengembangan konsep pariwisata alternatif, seperti wisata kesehatan, edukasi, dan teknologi, yang dinilai lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dan lebih menjangkau segmen wisatawan khusus.
“BPPD akan terus bersinergi dengan pemerintah dalam mempromosikan pariwisata serta menjaga citra destinasi dengan pendekatan Sapta Pesona dan filosofi Tri Hita Karana sebagai identitas pariwisata budaya Bali,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Bali juga didorong untuk melobi pemerintah pusat agar mendukung sektor pariwisata melalui kebijakan yang lebih akomodatif. Selain itu, strategi efisiensi anggaran juga perlu dikaji ulang.
“Perlu ada evaluasi terhadap strategi efisiensi anggaran. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif punya peran penting dalam menopang perekonomian nasional,” tegasnya.
Meski secara tren terlihat menurun, data Dinas Pariwisata Buleleng mencatat adanya kenaikan signifikan pada Januari 2025, dengan jumlah wisatawan mencapai 99.966 orang, terdiri dari 60.706 wisatawan domestik dan 39.260 wisatawan mancanegara. Angka ini lebih tinggi dibanding Januari 2024 yang mencatat total 73.699 kunjungan.
Namun, pada Februari 2025, angka kembali merosot menjadi 70.113 wisatawan, terdiri dari 40.562 wisatawan domestik dan 29.551 wisatawan mancanegara.
Untuk segmen wisatawan mancanegara, peningkatan sempat terjadi berkat empat kunjungan kapal pesiar yang bersandar di Buleleng selama dua bulan terakhir. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya