RadarBuleleng.id – Menjelang puncak musim kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, konektivitas udara antarnegara kian diperkuat.
Terbaru, maskapai AirAsia resmi membuka rute penerbangan langsung dari Adelaide, Australia ke Bali.
Rute ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata, terutama mengingat Australia merupakan pasar wisatawan asing terbesar untuk Pulau Bali.
Yulia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan, penambahan rute tersebut akan berkontribusi signifikan dalam pencapaian target kunjungan wisatawan asal Australia.
“Untuk tahun 2025, kami menargetkan sebanyak 1,9 juta wisatawan Australia datang ke Indonesia, khususnya ke Bali. Dengan hadirnya rute baru ini, kami optimis target tersebut bisa tercapai,” ujarnya.
Berdasarkan data, selama Januari hingga April 2025, kunjungan wisatawan Australia telah menembus angka 500 ribu orang.
Angka ini diyakini akan terus meningkat seiring dengan berbagai upaya promosi yang dilakukan pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Penambahan Maskapai, Jumlah Wisman Korea Selatan ke Bali Meningkat
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemenpar juga menggandeng AirAsia untuk melakukan promosi bersama (joint promotion) secara online maupun tatap muka.
Selain itu, kolaborasi dengan sejumlah biro perjalanan wisata juga terus diperkuat, untuk memperluas promosi destinasi unggulan seperti Bali, Labuan Bajo, dan Raja Ampat.
Sementara itu, Chief Financial Officer (CFO) AirAsia, Luh Gede Mega Putri mengungkapkan, rute Adelaide–Bali merupakan rute keempat yang menghubungkan Bali dengan kota-kota besar di Australia.
“Ini merupakan jembatan strategis yang akan memperkuat hubungan pariwisata dua arah dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Rute Adelaide-Bali akan dilayani sebanyak empat kali dalam seminggu. Sehingga memberikan kemudahan akses bagi wisatawan dari Australia Selatan untuk menjangkau destinasi populer di Asia, terutama Bali sebagai pintu masuk utama ke Indonesia.
“Adelaide–Bali bukan hanya soal pariwisata, tapi juga memperluas konektivitas antarnegara. Ini menjadi bagian penting dari strategi pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pasca pandemi,” demikian Mega. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya