Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kunjungan Wisman ke DTW Jatiluwih Melonjak, Lahan Parkir yang Terbatas jadi Masalah

Juliadi Radar Bali • Senin, 21 Juli 2025 | 22:05 WIB
Suasana kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Penebel Tabanan.
Suasana kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Penebel Tabanan.

Radarbuleleng.jawapos.com- Kendati Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan telah mengalami peningkatan jumlah wisatawan. Namun masih terkendala soal terbatas lahan parkir. 

Sejatinya DTW Jatiluwih telah menggunakan lahan parkir Pura Luhur Petali sebagai kantong-kantong parkir untuk kendaraan wisatawan. Hanya saja jarak terlalu jauh dengan DTW Jatiluwih. 

Menyiasati kondisi lahan parkir yang terbatas itu, Manajemen DTW Jatiluwih berencana mencari lahan-lahan rumah-rumah yang kosong untuk dijadikan tempat parkir. 

Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna, mengakui jika lonjakan kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih memang telah terjadi. Sebelumnya kunjungan wisatawan dengan rata-rata setiap harinya 800 orang sampai 1.000 orang. 

Tetapi saat ini telah menyentuh diangka 1.300 orang setiap harinya khusus kunjungan wisatawan mancanegara. Belum lagi termasuk wisatawan lokal. 

"Mancanegara tertinggi angka kunjungan wisatawan sebesar 80 persen, baru diikuti 10 persen untuk Asia dan 10 persen domestik," ujar pria yang akrab disapa Jhon Purna ditemui saat membuka festival Jatiluwih, Sabtu lalu (19/7). 

Kendati kunjungan wisatawan telah alami kenaikan, pihaknya masih terkendala dengan terbatasnya lahan parkir yang dekat dengan area obyek wisata Jatiluwih yang sudah ditetapkan oleh Unesco sebagai kawasan subak abadi. 

Jhon menyebut DTW Jalluwih sebenarnya telah memiliki lahan parkir dengan memakai lahan parkir milik Pura Luhur Petali.

Akan tetapi lahan parkir tersebut jaraknya cukup jauh dengan area lokasi DTW Jatiluwih. Dengan jaraknya hampir sekitar 1 kilometer. 

Parkir di Pura Luhur Petali tersebut alternatif terakhir, mengingat soal jarak yang jauh. Karena, kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih berbagai jenis.

Wisatawan ada yang tidak stanby atau hanya sekadar lewat untuk menikmati panorama alam. Ada pula hanya setengah jam saja, bahkan ada yang sampai setengah hari. 

Maka dari itu pihaknya saat ini masih mencari lahan penduduk setempat di Jatiluwih. Bagaimana kedepan untuk bisa dikontrak atau disewa. 

"Artinya lahan-lahan dari rumah penduduk yang lebih dekat dengan area DTW Jatiluwih yang kami kontrak untuk dijadikan tempat parkir," bebernya. 

Ia menambahkan pihaknya masih melakukan penjajakan kepada masyarakat dan mencari lahan-lahan kosong milik warga. 

"Sekarang ini kami baru memiliki satu titik lahan parkir, lumayan menampung kendaraan 70 sampai 80 kendaraan," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#dtw jatiluwih #unesco #subak #Kunjungan Wisatawan Melonjak