Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Libur Nataru: Pemerintah Klaim Kunjungan Wisata ke Nusa Penida Naik, Pengusaha Bilang Sepi

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 25 Desember 2025 | 20:56 WIB

 

RAMAI WISATAWAN: Wisatawan saat berdatangan ke Pulau Nusa Penida. Kawasan itu ramai wisatawan, sayangnya infrastruktur berantakan.
RAMAI WISATAWAN: Wisatawan saat berdatangan ke Pulau Nusa Penida. Kawasan itu ramai wisatawan, sayangnya infrastruktur berantakan.

RadarBuleleng.id – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klungkung, Bali, khususnya ke kawasan Nusa Penida, mulai menunjukkan peningkatan seiring momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Lonjakan kunjungan terpantau sejak Minggu (21/12/2025) dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Jumat (26/12/2025).

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya mengatakan, tren kenaikan tersebut diprediksi berlangsung hingga akhir Desember 2025.

“Peningkatan kunjungan ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2025. Sesuai pengalaman yang sudah-sudah, puncaknya adalah tanggal 26 Desember karena banyak yang merayakan liburan Natal,” kata Mahajaya, Rabu (24/12/2025).

Ia mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida selama libur Natal dan Tahun Baru mengalami kenaikan sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa. 

Jika pada hari normal jumlah kunjungan berkisar 1.800 orang per hari, sejak 21 Desember 2025 rata-rata kunjungan meningkat menjadi sekitar 2.000 hingga 2.200 orang per hari.

“Berkaitan dengan libur Natal dan Tahun Baru, wisatawan domestik sekitar 50 persen dan wisatawan mancanegara sekitar 50 persen,” bebernya.

Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan situasi yang dirasakan pelaku usaha pariwisata. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, I Putu Darmaya, mengungkapkan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida justru mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir.

Menurutnya, tren penurunan tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga Mei 2026. 

Kondisi ini dinilai tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.

Mulai dari mahalnya harga tiket penerbangan, hingga sejumlah persoalan di Bali yang belum sepenuhnya tertangani. 

Selain itu, pemberitaan negatif juga disebut memberi dampak cukup signifikan terhadap minat kunjungan wisatawan.

Isu banjir yang kerap muncul saat musim hujan, serta persoalan sampah yang terus menjadi sorotan media, dinilai membentuk persepsi kurang baik di mata calon wisatawan.

“Bulan Februari ada Imlek, kemungkinan ada kenaikan sedikit tamu dari Tiongkok. Tahun ini memang terasa beda dari tahun sebelumnya,” tandas Darmaya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tahun baru #libur #wisatawan domestik #Nusa Penida #natal #pariwisata #phri #klungkung #wisatawan #kunjungan