RadarBuleleng.id - Jumlah kunjungan wisata ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, sepanjang 2025 tercatat belum mencapai target.
Bahkan, angka kunjungan ke objek wisata tersebut mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2024.
Meski demikian, manajemen DTW Tanah Lot justru mencatatkan kabar positif dari sisi pendapatan.
Hasil penjualan tiket wisata pada 2025 meningkat signifikan, didorong oleh dominasi kunjungan wisatawan mancanegara.
Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Setiawan mengungkapkan, pada 2025 pihaknya menargetkan kunjungan sebanyak 1,7 juta wisatawan.
Namun hingga H-1 pergantian tahun, realisasi baru mencapai sekitar 1,4 juta kunjungan.
“Jadi pada tahun ini kunjungan wisatawan turun mencapai 20 persen dari target yang kami rencana,” jelas Toni pada Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, penurunan kunjungan tersebut tidak hanya terjadi di Tanah Lot, tetapi juga dirasakan hampir di seluruh objek wisata di Bali. Kondisi ini diakui oleh pelaku pariwisata, termasuk agen perjalanan wisata.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi turunnya kunjungan, mulai dari kemacetan lalu lintas di Bali, banjir, hingga persoalan sampah.
Faktor cuaca hujan berkepanjangan serta kondisi perekonomian masyarakat juga turut berpengaruh.
“Harapan kami tahun depan 2026 kondisi kembali normal. Kami optimis pariwisata Bali tetap akan ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara,” ucapnya.
Di tengah penurunan jumlah kunjungan, pendapatan DTW Tanah Lot justru melampaui target.
Sepanjang 2025, pendapatan dari penjualan tiket mencapai Rp 72 miliar, melonjak dibandingkan 2024 yang berada di kisaran Rp 50 miliar.
“Pada tahun 2025 kami menargetkan Rp 60 miliar pendapatan DTW Tanah Lot selama setahun. Saat ini naik sebesar 15 persen dari target,” tuturnya.
Peningkatan pendapatan tersebut didorong oleh perubahan komposisi wisatawan. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mendominasi hingga 60 persen, sementara wisatawan domestik sebesar 40 persen.
Padahal, pada 2024 lalu, komposisi masih didominasi wisatawan domestik sebesar 60 persen dan mancanegara 40 persen, dengan rata-rata kunjungan harian 3.000 hingga 4.000 orang.
Untuk pasar internasional, wisatawan asing yang paling banyak berkunjung ke Tanah Lot saat ini berasal dari India dan China. Disusul wisatawan dari kawasan Asia Tenggara, Australia, hingga Eropa.
Sementara wisatawan domestik didominasi pengunjung dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Yogyakarta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya