Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kunjungan Wisman ke Bali Turun di Januari, Asita: Pola Low Season Awal Tahun

Marsellus Pampur • Minggu, 25 Januari 2026 | 14:27 WIB

 

SEGMEN BARU: Wisatawan asal Tiongkok tampak hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.
SEGMEN BARU: Wisatawan asal Tiongkok tampak hendak menyeberang ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang.

RadarBuleleng.id - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China disebut mengalami penurunan pada awal tahun.

Namun kondisi tersebut dinilai sebagai pola yang wajar dan rutin terjadi setiap awal tahun, seiring masuknya periode low season.

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Bali, I Putu Winastra, menyebut kunjungan wisman ke Bali pada Januari 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. 

Menurut Winastra, tren penurunan biasanya masih berlanjut hingga Februari. Meski demikian, pada bulan tersebut umumnya terjadi kenaikan kunjungan, khususnya dari pasar China, seiring perayaan Chinese New Year atau Imlek.

“Januari dan Februari memang selalu turun. Itu pola yang terjadi setiap tahun. Februari biasanya ada kenaikan, khusus untuk market China karena Chinese New Year,” kata Winastra.

Meski demikian, Winastra mengungkapkan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan asal Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir belum kembali ke level sebelum pandemi Covid-19. 

Sebelum pandemi, pasar China menjadi salah satu penyumbang utama kunjungan wisman ke Bali.

“Setelah pandemi jumlahnya memang naik, tapi belum bisa menyaingi angka sebelum Covid. Kenaikannya belum begitu besar,” katanya.

Ia memprediksi tren kunjungan wisman akan mulai membaik memasuki Maret, April, dan bulan-bulan berikutnya, terutama dari negara-negara Eropa dan Australia. 

Pasar dari dua kawasan tersebut dinilai menjadi penopang utama kunjungan wisatawan asing ke Bali setelah periode low season berlalu.

Untuk memaksimalkan pelayanan dan daya saing terhadap wisatawan asing, KBA DMC meluncurkan B2B Hotel Distribution Platform. 

Platform tersebut dirancang agar saluran distribusi produk hotel milik pelaku travel dapat sejajar dengan platform online lainnya yang selama ini mendominasi pasar.

“Selama ini wisatawan, terutama travel di luar negeri, langsung menggunakan platform online. Kami mencoba memanfaatkan platform ini untuk mendistribusikan produk-produk hotel. Keuntungannya, kami bisa mendapatkan ketersediaan kamar dan harga secara real time,” jelasnya.

Di tengah laju digitalisasi industri pariwisata, Winastra menilai pengembangan platform berbasis teknologi menjadi langkah strategis bagi perusahaan travel agar mampu bersaing secara sehat. 

Dengan platform tersebut, mitra di luar negeri dapat melakukan pemesanan hotel di berbagai destinasi di Indonesia, khususnya Bali, secara langsung dan mudah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #eropa #tiongkok #asita #australia #wisatawan mancanegara #hotel #wisatawan asing #low season #wisatawan #imlek #china #pandemi #wisman