SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penataan kawasan Pantai Lovina senilai Rp 14,1 miliar oleh Pemkab Buleleng mendapat dukungan penuh dari pelaku pariwisata.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng menilai revitalisasi tersebut menjadi momentum strategis untuk menghidupkan kembali ikon utama pariwisata Bali Utara.
Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa menegaskan, Lovina merupakan embrio pariwisata Buleleng yang hingga kini masih menjadi barometer kunjungan wisatawan.
“Kalau wisatawan ke Buleleng tapi belum ke Lovina, rasanya belum lengkap. Lovina ini maskot pariwisata kita,” tegas Suardipa.
Menurutnya, meski destinasi lain di Buleleng terus berkembang seperti Tejakula di wilayah timur, Pemuteran di barat, serta Pancasari dan Munduk di selatan, posisi Lovina tetap sentral.
Karena itu, kawasan tersebut perlu direvitalisasi, dirawat, dan dikembangkan secara berkelanjutan agar tetap kompetitif.
PHRI juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah bersama DPRD yang telah menyetujui anggaran penataan tersebut.
Ia berharap proyek tersebut mampu menghadirkan wajah baru Lovina yang lebih tertata, nyaman, dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Penataan kawasan Pantai Lovina tahun ini dikerjakan dengan anggaran Rp 14,1 miliar. Proyek dimenangkan kontraktor lokal asal Buleleng, CV Tenaga Inti, dengan masa pengerjaan 120 hari dan ditargetkan rampung pada awal Juli 2026.
Suardipa turut mengingatkan pentingnya menjaga nilai historis Lovina sebagai tonggak awal pariwisata Buleleng.
Ia menyinggung peran tokoh sastrawan sekaligus pelopor pariwisata Bali Utara, Anak Agung Panji Tisna, yang pada 1959 mendirikan Restoran Tasik Madu di kawasan tersebut.
“Beliau founding father pariwisata di sini. Jejak sejarahnya harus tetap diingat dan dijaga,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya