Bali Bidik Pasar Wisatawan India, Puluhan Agen Travel Diajak Keliling Destinasi Budaya

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Jumat, 15 Mei 2026 | 07:26 WIB
PROMOSI: Para agen perjalanan wisata asal India diajak ke Pura Taman Ayun sebagai salah satu destinasi budaya. Bali melalui Pemkab Badung kini membidik segmen wisatawan asal India. (Marsellus Pampur/Radar Bali)
PROMOSI: Para agen perjalanan wisata asal India diajak ke Pura Taman Ayun sebagai salah satu destinasi budaya. Bali melalui Pemkab Badung kini membidik segmen wisatawan asal India. (Marsellus Pampur/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id - Bali melalui Pemkab Badung mulai serius membidik pasar wisatawan asal India sebagai salah satu penopang utama pariwisata Bali. 

Strategi terbaru yang dilakukan yakni mendatangkan langsung puluhan pelaku biro perjalanan dari India untuk diperkenalkan dengan destinasi wisata dan budaya Bali.

Sebanyak sekitar 70 agen perjalanan asal India diajak mengunjungi objek wisata Pura Taman Ayun, Mengwi, pada Rabu (13/5/2026) lalu. 

Mereka disambut langsung Pelingsir Puri Ageng Mengwi, Ida Cokorda Mengwi XIII, bersama tim dari Dinas Pariwisata Badung.

Tak sekadar berwisata, para pelaku industri travel tersebut juga diperkenalkan dengan sejarah dan budaya Pura Taman Ayun melalui jamuan makan malam dan pertunjukan tari tradisional Bali.

Ida Cokorda Mengwi XIII mengatakan, strategi mendatangkan langsung agen perjalanan dinilai jauh lebih efektif dibanding promosi konvensional ke luar negeri yang memerlukan biaya besar.

“Kami mengapresiasi Kabupaten Badung khususnya Dinas Pariwisata. Mereka mengubah sistem promosi. Tadinya promosi kita harus ke luar negeri dengan biaya cukup tinggi, sekarang justru wisatawan dan pelaku travel datang langsung ke Bali,” ujarnya di Pura Taman Ayun.

Menurutnya, langkah tersebut sangat potensial karena India kini menjadi salah satu penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Bali. 

Dengan pengalaman langsung yang mereka dapatkan di Bali, para agen perjalanan diharapkan mampu mempromosikan destinasi wisata Pulau Dewata secara lebih efektif kepada masyarakat India.

Ia menilai, peluang peningkatan kunjungan wisatawan India harus diimbangi dengan pembenahan berbagai persoalan pariwisata di Bali. Mulai dari kemacetan, infrastruktur hingga persoalan sampah yang masih menjadi sorotan wisatawan.

“Masalah kemacetan membuat tamu merasa membuang waktu. Kemudian masalah sampah juga harus diselesaikan sebaik mungkin,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai kondisi nilai tukar dolar yang menguat justru bisa menjadi peluang untuk menarik lebih banyak wisatawan asing datang ke Bali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung, Anak Agung Putri Mas Agung mengatakan, saat ini pihaknya memang mulai memfokuskan promosi wisata ke negara-negara kawasan Timur Tengah dan Asia, termasuk India.

Menurutnya, negara-negara tersebut dinilai memiliki potensi pasar wisatawan yang besar dan relatif stabil di tengah situasi geopolitik global.

“Mungkin ke depan juga China (Tiongkok). Karena kunjungan India dan China kadang naik turun. Kemungkinan nanti ada kerja sama atau MoU dengan beberapa negara untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Meski belum ada kerjasama resmi dengan para agen perjalanan India yang diundang ke Bali, pihaknya berharap kunjungan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan wisatawan ke Kabupaten Badung.

Tak hanya itu, Dinas Pariwisata Badung juga ingin mendorong pemerataan kunjungan wisatawan agar tidak hanya terpusat di Badung Selatan. 

Karena itu, destinasi di wilayah utara dan barat Badung mulai diperkenalkan, salah satunya kawasan wisata budaya Pura Taman Ayun di Mengwi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
bali pura taman ayun pariwisata india wisatawan