Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Tambah 60 Orang Guru Penggerak

Eka Prasetya • Minggu, 28 April 2024 | 23:56 WIB

 

GURU PENGGERAK: Kepala Disdikpora Buleleng, I Made Astika saat membuka Festival Hasil Panen Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak di SMKN 3 Singaraja.
GURU PENGGERAK: Kepala Disdikpora Buleleng, I Made Astika saat membuka Festival Hasil Panen Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak di SMKN 3 Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng melalui Dinas Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng terus berusaha menambah jumlah guru penggerak di Bali Utara.

Penambahan jumlah guru penggerak itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, sebagaimana kurikulum merdeka.

Tahun ini di Buleleng ada 60 orang guru penggerak baru yang berasal dari berbagai tingkatan. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar, SMP, hingga SMA/SMK.

Baca Juga: Tambah 7, Universitas Pendidikan Ganesha Buleleng Kini Miliki 83 Guru Besar

Guru penggerak tersebut menggelar Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 9 Kabupaten Buleleng, yang digelar di Aula SMK N 3 Singaraja, kemarin (27/4/2024).

Lokakarya itu diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya kelas belajar calon guru penggerak untuk berbagi aksi nyata, evaluasi program guru penggerak, identifikasi hal-hal positif, ide program, hingga persiapan rancangan teknis kegiatan pameran dari para calon penggerak.

Selain itu agenda lokakarya juga diisi dengan pameran Panen Hasil Belajar oleh calon guru penggerak.

Panen hasil belajar itu menampilkan produk-produk yang merupakan tindakan nyata dari apa yang telah dipelajari selama mengikuti program program Guru Penggerak. 

Kepala Disdikpora Buleleng, I Made Astika mengatakan, agenda panen karya itu menjadi pemantik bagi guru-guru lain mengikuti program guru penggerak.

Sehingga mereka dapat mewujudkan visi merdeka mengajar yang menjadi bagian dari kurikulum merdeka.

Baca Juga: Lama Tutup, Bhaktiyasa Rencana Dikembangkan Jadi Pendidikan Widyalaya

Astika mengungkapkan para calon guru penggerak tersebut telah melalui proses pembelajaran selama 6 bulan penuh. 

Dengan pelatihan yang intens, ia optimistis guru-guru tersebut dapat mengimplementasikan program kurikulum merdeka di tingkat sekolah, sehingga pada akhirnya terwujud sekolah penggerak.

“Saya berharap Guru Penggerak dapat memotivasi rekan guru di sekolahnya masing-masing untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.Teruslah tergerak, bergerak, dan menggerakkan pendidikan Buleleng yang lebih baik lagi," tegasnya.

Sekadar diketahui, pada tahun 2023 lalu, jumlah guru penggerak di Buleleng telah mencapai angka 155 orang.

Dengan tambahan 60 orang guru penggerak, kini jumlah guru penggerak di seluruh Buleleng telah mencapai 215 orang. Baik itu guru penggerak di tingkat PAUD, SD, SMP, maupun SMA/SMK. (*)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Guru Penggerak #kurikulum merdeka #disdikpora buleleng #buleleng