SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Mantan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika meminta agar mahasiswa memahami politik.
Dengan memahami politik, mahasiswa bisa mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat.
Selain itu, dengan paham politik, mahasiswa kelak diharapkan bisa ikut ambil bagian dalam mensejahterakan masyarakat.
Baca Juga: Gacor, Tari Joged Harmoni 1.131 Mahasiswa Undiksha Pecahkan Rekor Dunia
Hal itu diungkapkan Anggota DPD RI, Made Mangku Pastika, dalam seminar Viva Legislativa yang digelar Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Undiksha. Seminar tersebut digelar di Auditorium Undiksha, Minggu (9/6/2024).
Selain menghadirkan Mangku Pastika, seminar itu juga mengundang Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK), I Dewa Gede Palguna sebagai narasumber.
Mangku Pastika mengatakan, menjadi seorang anggota parlemen bukan proses yang mudah seperti melamar pekerjaan.
Menjadi anggota parlemen merupakan proses politik yang panjang dan berliku. Sehingga orang-orang yang ingin berkecimpung di dunia politik idealnya harus mempersiapkan dirinya sejak jauh-jauh hari.
Menurutnya mahasiswa sangat berpeluang terjun ke dunia politik. Mahasiswa punya idealisme yang tinggi untuk mensejahterakan masyarakat.
Hanya saja politik masih dianggap hal yang tabu. Karena politik terstigma dengan praktik-praktik politik yang culas dan kotor.
“Pengetahuan politik juga dibutuhkan untuk melaksanakan praktik politik yang baik,” kata mantan Gubernur Bali tersebut.
Baca Juga: Dosen di Undiksha Jadi Profesor Berkat Lontar Taru Premana
Menurutnya hampir seluruh kebijakan di Indonesia lahir lewat proses politik. Sehingga keputusan politik akan menjadi dasar kehidupan bersama.
Mangku Pastika berpendapat akan sangat berbahaya jika masyarakat maupun mahasiswa buta politik, bahkan sampai tidak mau terlibat dalam kehidupan politik.
Bahayanya adalah, ketidakmampuan dalam menunjukkan daya kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat atau terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai merugikan.
“Sebaiknya atau lebih baik berusaha menegakkan politik yang bermanfaat untuk kemaslahatan bersama, sebelum terlindas tanpa usaha atau tanpa keterlibatan,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Rektor Undiksha Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat, Prof. I Ketut Sudiana mengapresiasi seminar tersebut.
Menurutnya seminar menjadi media untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa, termasuk mempelajari proses legislasi untuk meningkatkan pengetahuan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya