Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Antisipasi Jalur Titipan Saat PPDB, Pj. Gubernur Bali Minta Bantuan Ombudsman

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 21 Juni 2024 | 02:44 WIB

 

PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyoroti alih fungsi lahan di Bali.
PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyoroti alih fungsi lahan di Bali.

RadarBuleleng.id - Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya meminta bantuan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali untuk mengawasi tahapan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Hal itu dilakukan guna mengantisipasi munculnya jalur titipan pada ajang PPDB tahun ajaran 20204/2025 untuk jenjang SMA/SMK di Provinsi Bali.

Asal tahu saja, tahapan PPDB untuk tingkat SMA/SMK di Provinsi Bali telah dibuka secara online, kemarin (19/6/20204).

Baca Juga: PPDB 2024 Diperketat, Jalur Titip KK Terancam

Jalur yang jadi prioritas adalah jalur afirmasi. Yakni jalur siswa miskin, disabilitas, dan yatim piatu. 

Sekolah wajib menerima siswa yang masuk kategori miskin, disabilitas, dan yatim piatu agar mendidikan mereka terjamin.

Selain itu pemerintah juga membuka jalur zonasi dan prestasi. Namun jalur siswa miskin tetap menjadi prioritas

Mahendra Jaya mengatakan, siswa miskin yang bisa diterima juga tidak bisa sembarangan. Mereka harus tercantum dalam data P3KE atau Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. 

"Desil 1 sampai 5, akan terlihat. Juga akan ada pengecekan ke lapangan atau ke desa setempat. Itu yang akan kami lakukan," ujar Mahendra Jaya, kemarin.

Baca Juga: Disdikpora Terbitkan Aturan PPDB Terbaru. Numpang KK Tidak Berlaku Lagi!

Selain itu anak-anak dengan kategori miskin ekstrem wajib diterima di sekolah negeri. Sebab mereka tidak akan mampu sekolah di sekolah swasta.

"Biarlah mereka (siswa miskin) yang sekolah di negeri," tegasnya.

sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Boy Jayawibawa, mengatakan ada  64.280 siswa SMP di Bali yang akan melanjutkan ke jenjang  tingkat SMA/SMK di Bali. 

Jalur PPDB Bali 2024 yang pertama dibuka  jalur afirmasi dan inklusi telah dibuka  kemarin hingga 29 Juni 2024.

Untuk pendaftaran jalur lain, seperti perpindahan orang tua,zonasi, prestasi dan ranking dimulai 26 Juni hingga 29 juni yang ditutup pukul 18.00. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #ppdb #ombudsman