SINGARAJA-Sejumlah kajian kini tengah dikembangkan oleh Tim Pengendali Mutu guna mengembalikan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan.
Sebagai langkah awal, kesadaran masyarakat tentang pendidikan sangat penting untuk dibangun.
Kajian-kajian ini menjadi pembahasan dalam sidang Tim Pengendali Mutu yang berlangsung pada Rabu (26/6) di Ruang Rapat Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa hadir langsung dalam sidang tersebut.
Penyusunan kajian ini penting dilakukan, agar dapat dirumuskan ke dalam Surat Keputusan (SK) Akademik, yang dapat diusulkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) di tahun 2025 nanti. Yang mengusulkan adalah BRIDA Buleleng.
Menurut Suyasa, untuk mewujudkan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan diperlukan evaluasi sarana dan prasarana pendidikan.
Terpenuhi atau memadainya sarana dan prasarana pendidikan tentu akan mendukung kembalinya Kota Pendidikan di Bali utara.
Sehingga, membangun kesadaran masyarakat untuk memahami pentingnya pendidikan, juga dapat dilakukan dengan menyediakan sudut baca, pojok baca, atau ruang baca di ruang publik seperti taman kota maupun Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Arahan Sekda Buleleng, salah satu langkah konkret adalah memperkaya fasilitas umum dengan elemen edukatif. Sehingga masyarakat yang berkunjung ke ruang publik dapat sekaligus membaca ataupun belajar.
“Kajian yang harus dipertimbangkan, apakah sarpras pendidikan yang ada sudah memadai atau perlu ditingkatkan,” katanya.
Selain itu, ketersediaan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian pemerintah. Meskipun pemerintah sudah berkomitmen tentang kepastian pemenuhan jumlah tenaga pendidik, dengan kualitas yang tinggi.
Jika mulai terwujud, akan ada program pelatihan dan pengembangan profesional, yang nantinya akan bekerja sama dengan institusi pendidikan terkemuka.
Apabila sarana dan prasarana serta sumber daya manusia sudah terpenuhi, maka dapat dilanjutkan dengan integrasi digital dalam pendidikan.
Mengingat teknologi semakin maju, maka pendidikan harus disebarkan menembus ruang dan waktu.
“Sarpras pendidikan harus muncul untuk mendukung pembangunan pendidikan. Setelah itu melompat ke ruang digital pendidikan,” tegas Suyasa. ***
Editor : Donny Tabelak