Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

STAHN Mpu Kuturan Punya Open Stage Baru. Dirjen Bimas Hindu Minta Digunakan untuk Kepentingan Umat

Eka Prasetya • Senin, 1 Juli 2024 | 23:19 WIB

 

SENI BUDAYA: Pementasan tari topeng jauk saat peresmian panggung terbuka di STAHN Mpu Kuturan.
SENI BUDAYA: Pementasan tari topeng jauk saat peresmian panggung terbuka di STAHN Mpu Kuturan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja kini punya panggung terbuka alias open stage baru.

Panggung tersebut dibangun di belakang Rektorat STAHN Mpu Kuturan di Jalan Pulau Menjangan, Kelurahan Banyuning, Buleleng.

Fasilitas tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija, pada Minggu (30/6/2024) malam. 

Pihak sekolah tinggi menyebut panggung tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa di Program Studi (Prodi) Kesenian.

Ketua STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Prof. I Gede Suwindia mengatakan, sesuai dengan standar akreditasi setiap prodi harus memiliki laboratorium.

“Nah di STAHN Mpu Kuturan ini ada prodi pendidikan seni. Jadi wajib ada laboratorium praktik, sehingga perlu open stage,” ujarnya.

Baca Juga: Dari Dialog Publik Moderasi Beragam STAHN Mpu Kuturan: Mahasiswa Suarakan Pemilu Damai

Suwindia mengatakan, panggung itu nantinya bukan hanya digunakan oleh para mahasiswa setempat.

Panggung juga akan dimanfaatkan oleh masyarakat Banyuning maupun masyarakat Buleleng. Baik itu untuk seni pertunjukan maupun seni karawitan.

“Banyuning ini punya sejarah besar dalam konteks agama dan seni. Kami harap fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan seni. Selain itu, panggung juga memang kami siapkan untuk mebarung (gong kebyar),” kata Suwindia.

Baca Juga: Pilkada Buleleng 2024: Pengamat Politik STAHN Mpu Kuturan Bali Dorong Partai Siapkan 3 Pasang Calon

Sementara itu Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija mengatakan, Buleleng khususnya Banyuning punya potensi seni luar biasa.

“Kita tahu istilah mebarung antara dauh enjung dengan dangin enjung pada masanya begitu luar biasa. Ini bukan persoalan kompetisi, tapi lahir inovasi-inovasi di sana. Buktinya tari-tari Bali yang monumental justru lahir di Buleleng,” kata Duija.

Ia pun mengapresiasi langkah STAHN Mpu Kuturan yang terus berupaya melengkapi fasilitas. Sehingga bisa membawa nama perguruan tinggi agama Hindu ke kancah nasional maupun internasional.

Selain itu Duija juga berharap fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat yang ada di Buleleng.

“Kami ingin Banyuning membangkitkan lagi seni. Karena Banyuning punya peradaban luar biasa dalam intelektual dan seni. Maka perlu lembaga pendidikan ini ikut mendidik masyarakat agar punya kemampuan intelektual yang memadai untuk mengawal peradaban Hindu pada masa yang akan datang,” demikian Duija. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kampus #pendidikan #kementerian agama #STAHN Mpu Kuturan #buleleng #Singaraja