Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sejumlah Warga Desa Panji Geruduk Kantor Desa. Tidak Diterima di SD Negeri, Padahal Dekat Rumah

Eka Prasetya • Selasa, 2 Juli 2024 | 20:11 WIB

 

SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, saat mendatangi Kantor Desa Panji karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah negeri.
SAMPAIKAN ASPIRASI: Warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada, saat mendatangi Kantor Desa Panji karena anak-anak mereka tidak diterima di sekolah negeri.

SUKASADA, RadarBuleleng.id - Sejumlah warga di Desa Panji, Buleleng, menggeruduk Kantor Desa Panji pada Selasa (2/7/2024) pagi.

Mereka berkeluh kesah, karena anak-anak mereka tidak diterima di SD negeri lewat jalur zonasi.

Warga pun berharap agar pemerintah desa dapat membantu mereka mendapatkan sekolah sesuai dengan zonasi sekolah.

Warga yang mendatangi Kantor Desa Panji itu merupakan warga yang mukim di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji.

Pada momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025, warga mendaftarkan anak-anak mereka sebagai siswa di SDN 1 Panji, Kecamatan Sukasada. Pendaftaran dilakukan lewat jalur zonasi.

Sayangnya, setelah pengumuman, anak-anak mereka tidak diterima. Padahal jarak rumah warga dengan sekolah hanya berkisar antara 30-50 meter saja dari sekolah.

Baca Juga: Disdikpora Terbitkan Aturan PPDB Terbaru. Numpang KK Tidak Berlaku Lagi!

Warga pun semakin kesal, karena sekolah tersebut terletak di wilayah Banjar Dinas Kelod Kauh. Namun warga yang tinggal di dekat sekolah justru tidak diterima.

Salah seorang warga menyebut anaknya secara usia sudah memenuhi syarat. Yakni berusia lebih dari 6 tahun. Selain itu ia juga mendaftar ke SD negeri sesuai dengan zonasi.

“Tapi anak saya tidak diterima. Padahal kalau mau ke sekolah, tinggal jalan kaki saja dari rumah,” kata warga tersebut.

Baca Juga: PPDB di Buleleng Pakai Sistem Online. Tidak Ada Lagi Daftar Manual

Ia mengaku sudah beberapa kali mendatangi sekolah dan meminta kejelasan, tapi tidak ada solusi yang berarti.

Kelian Banjar Dinas Kelod Kauh, Nyoman Marsa Jaya menyebut jumlah pelamar di SDN 1 Panji cukup ramai. Total ada 54 orang pelamar.

Dari 54 orang pelamar itu, sebanyak 6 orang tidak memenuhi syarat. Kemudian ada 28 orang yang diterima, dan 20 orang tidak diterima.

“Masalahnya yang tidak diterima ini warga setempat yang tinggal dekat sekolah. Sehingga warga kami bertanya-tanya, kok bisa begitu. Padahal daftarnya dari jalur zonasi,” kata Marsa.

Ia berharap sekolah dapat memprioritaskan warga Kelod Kauh. Sebab sekolah tersebut terletak di wilayah Kelod Kauh.

Ditambah lagi, tahun ini hanya ada 16 orang warga Kelod Kauh yang melamar. Namun yang diterima sebanyak 9 orang, dan 7 orang sisanya tidak diterima.

“Kalau memang alasannya zonasi, kami harap bisa prioritaskan yang tinggal dekat sekolah dulu. Kami harap ada solusi juga bagi warga kami ini,” harapnya.

Terpisah, Perbekel Panji, Made Mangku Ariawan mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. 

Mangku menyebut, sekolah-sekolah lain yang berdekatan dengan SDN 1 Panji juga sudah melampaui daya tampung. 

Diantaranya SDN 2 Panji dengan 43 orang pelamar, SDN 6 Panji dengan 28 orang pelamar, dan SDN 4 Panji dengan 38 orang pelamar.

“Tadinya kan kami mau distribusikan ke sekolah lain yang berdekatan. Tapi sekolah lain juga penuh,” kata pria yang akrab disapa Mangku Panji itu.

Mangku menyebut SDN 1 Panji menjadi sekolah paling padat di desa tersebut. Karena harus mengakomodasi siswa dari Banjar Dinas Kelod Kauh dan Banjar Dinas Bangah.

Menurutnya solusi yang paling efektif saat ini adalah menambah ruang kelas. Sebab jumlah penduduk di sekitar sekolah semakin banyak, ditambah lagi pemukiman baru juga terus berkembang.

“Dari dulu itu kan SDN 1 Panji selalu melebihi daya tampung dan ini sudah terjadi dari tahun ke tahun. Kami kira solusinya ya hanya menambah rombel (rombongan belajar) atau kelas. Tinggal komitmen pemerintah daerah saja,” demikian Mangku. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ppdb #zonasi #sukasada #sd negeri #sekolah #buleleng #panji