SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sejumlah warga di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, melayangkan protes karena anak-anak mereka tidak dapat sekolah.
Pada momen Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025, warga tersebut telah mendaftarkan anak mereka ke sekolah terdekat lewat jalur zonasi.
Dalam hal ini, warga mendaftarkan anaknya ke SDN 1 Panji yang terletak di Banjar Dinas Kelod Kauh.
Rupanya tahun ini, pendaftar di SDN 1 Panji membludak. Ada 54 orang yang melamar ke sekolah tersebut. Dari 54 orang yang melamar, hanya 28 orang yang diterima.
Rupanya masih ada anak yang tidak diterima di sekolah tersebut. Padahal jarak rumah mereka dengan sekolah cukup dekat.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng berjanji akan mencarikan solusi kepada warga tersebut.
Baca Juga: Sejumlah Warga Desa Panji Geruduk Kantor Desa. Tidak Diterima di SD Negeri, Padahal Dekat Rumah
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait masalah PPDB yang terjadi di Desa Panji.
Menurutnya, Disdikpora saat ini masih memetakan daya tampung di sekolah-sekolah terdekat.
“Nanti akan ada arahan dari dinas, terkait langkah strategis yang akan diambil. Apakah bisa didistribusikan ke sekolah lain atau tidak. Kami pastikan nanti akan dapat sekolah,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi sekolah di Desa Panji cukup krodit. Karena pertumbuhan penduduk dan perkembangan pemukiman.
Tidak menutup kemungkinan, Disdikpora akan mengkaji opsi menambah rombongan belajar (rombel) atau menambah kelas.
Bila menambah kelas, praktis hal itu akan berdampak juga dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di sekolah setempat.
“Kalau memang harus tambah rombel, kemungkinan nanti harus diterapkan double shift. Memang bisa tambah rombel, nanti dampaknya akan ke SDM pendidik. Nanti kami kaji opsi yang terbaik,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga menggeruduk Kantor Desa Panji pada Selasa (2/7/2024) pagi.
Mereka berkeluh kesah karena anak-anak mereka tidak diterima di SDN 1 Panji. Padahal jarak rumah mereka hanya 30-50 meter dari sekolah.
Warga berharap anak-anak mereka bisa diterima di sekolah negeri. Apalagi mereka mendaftar lewat jalur zonasi dan rumahnya dekat dari sekolah.
“Harapan kami ya bisa diterima di sekolah negeri. Kalau kami orang mapan, kami tidak masalah sekolah di swasta,” ujar warga tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya