Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Disdikpora Buleleng Ragu Tambah Kelas. Tunggu Hingga Hari Terakhir Pendaftaran Ulang

Eka Prasetya • Kamis, 4 Juli 2024 | 01:15 WIB

 

SEKOLAH PADAT: SDN 1 Panji di Kecamatan Sukasada. Sekolah ini padat siswa.
SEKOLAH PADAT: SDN 1 Panji di Kecamatan Sukasada. Sekolah ini padat siswa.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih ragu-ragu menambah kelas di jenjang sekolah dasar (SD).

Padahal sejumlah SD di Buleleng kini mengalami overload pelamar. Sehingga tidak mampu menampung seluruh pelamar.

Kondisi itu terjadi di Desa Sambangan dan Desa Panji di Kecamatan Sukasada. Kedua desa itu merupakan kawasan urban dengan pemukiman yang padat.

Di SDN 3 Sambangan misalnya, jumlah pelamar kini lebih dari 50 orang siswa. Sementara daya tampung kelas hanya 28 orang siswa, atau maksimal 32 orang siswa.

Demikian pula di SDN 1 Panji. Tercatat ada 48 orang pelamar, dengan kapasitas kelas yang stagnan sebanyak 32 orang siswa.

Baca Juga: Sejumlah Warga Desa Panji Geruduk Kantor Desa. Tidak Diterima di SD Negeri, Padahal Dekat Rumah

Kondisi serupa juga terjadi di beberapa sekolah lain di Desa Panji. Seperti SDN 2 Panji dengan 43 orang pelamar dan SDN 4 Panji dengan 38 orang pelamar.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengklaim, dirinya tidak mau buru-buru mengambil keputusan menambah kelas di sekolah-sekolah tertentu.

Menurutnya pemerintah akan menanti data hingga batas terakhir masa pendaftaran ulang untuk jenjang SD. Batas akhir itu yakni pada Sabtu (12/7/2024).

“Kami tunggu sampai batas akhir. Karena kan bisa saja dia melamar lebih dari 1 sekolah, atau pada akhirnya memutuskan ke sekolah swasta,” kata Astika saat dikonfirmasi pada Rabu (3/7/2024).

Baca Juga: Warga Panji Protes Tidak Dapat Sekolah, Disdikpora Buleleng Janji Beri Solusi

Menurutnya, pemerintah akan mengambil opsi untuk melakukan penyebaran siswa yang tidak bisa ditampung. Penyebaran siswa itu akan dilakukan dengan optimalisasi daya tampung di sekolah.

Namun jika jumlah siswa yang tidak diterima mencapai 20 orang, maka kemungkinan satu-satunya solusi dengan penambahan rombel.

Astika menegaskan, opsi menambah kelas tidak bisa dilakukan secara buru-buru. Pihaknya harus menyandingkan data jumlah siswa, jumlah pelamar, serta pertumbuhan penduduk di satu wilayah.

Selain itu pihaknya juga harus berhitung luas lahan, sarana penunjang, termasuk ketersediaan sumber daya manusia (SDM).

“Menambah kelas itu kan bukan hanya tahun ini saja. Nanti kalau sudah kelas 2, kelas 3, dan seterusnya, otomatis akan ditambah kelasnya. Kita lihat nanti, apakah lahan dan SDM-nya memungkinkan,” demikian Astika.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, menggeruduk Kantor Perbekel Panji pada Selasa (2/7/2024).

Mereka melayangkan protes, karena anak mereka tidak diterima di SDN 1 Panji, yang notabene lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka.

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025, warga menyatakan telah melamar melalui jalur zonasi. Namun tidak diterima. Pada akhirnya, warga yang tinggal lebih jauh dari sekolah justru diterima. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#ppdb #sambangan #disdikpora buleleng #pendidikan #sukasada #sekolah #Disdikpora #buleleng #panji