Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dewan Pendidikan Minta Pemkab Buleleng Serius Wujudkan Kota Pendidikan. Bukan Sekedar Branding

Eka Prasetya • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 00:17 WIB

 

DIALOG PUBLIK: Suasana dialog publik Singaraja Kota Pendidikan di Gedung Wanita Laksmi Graha.
DIALOG PUBLIK: Suasana dialog publik Singaraja Kota Pendidikan di Gedung Wanita Laksmi Graha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dewan Pendidikan Buleleng meminta agar Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng benar-benar mengimplementasikan Singaraja menjadi Kota Pendidikan.

Dewan Pendidikan menilai selama ini Kota Pendidikan hanya sebagai branding belaka. Namun tidak jelas apa saja implementasi program dan kebijakan dari kota pendidikan tersebut.

Hal tersebut terungkap dalam dialog publik dengan tema “Mewujudkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan”, di Gedung Wanita Laksmi Graha pada Jumat (25/10/2024).

Dalam dialog tersebut terungkap berbagai masalah di dunia pendidikan. Mulai dari kesejahteraan guru, terbatasnya sarana dan prasarana, hingga minimnya partisipasi orang tua siswa.

Untuk itu, hal yang paling penting dilakukan adalah menyusun roadmap Singaraja Kota Pendidikan, lalu menetapkannya sebagai sebuah perda.

Khusus roadmap Singaraja Kota Pendidikan kini telah disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng.

“Harapan kami, tahun depan perda Singaraja Kota Pendidikan ini sudah bisa ditetapkan. Kalau perlu, DPRD Buleleng ambil langkah sehingga menjadi perda inisiatif,” kata Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, Made Sedana.

Menurut Sedana, sudah puluhan tahun Singaraja di-branding sebagai Kota Pendidikan. Namun kebijakan konkret terkait sektor pendidikan masih belum optimal.

“Dengan perda, maka kebijakan lebih terarah. Selama ini kan hanya omong-omong saja,” ujarnya.

Ia menyebut ada beberapa isu strategis yang perlu diperhatikan pemerintah. Diantaranya tambahan penghasilan bagi para guru, peluang pelatihan yang terbuka lebar, ruang pendidikan dan pelatihan, hingga fasilitas.

Sedana meyakini bila Singaraja menjadi kota pendidikan, maka akan terjadi pergerakan ekonomi yang positif. Selain itu perilaku masyarakat juga semakin akademis.

“Ilustrasinya begini, sekolah bagus, perguruan tinggi juga berkualitas. Sehingga orang luar kuliah di sini. Kalau kuliah, maka dia perlu tempat tinggal, makan, dan sebagainya. Jadi berdampak pada ekonomi. Pada akhirnya kan Buleleng akan menyuplai SDM untuk kota lain di Bali dan seluruh Indonesia,” demikian Sedana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd #Dewan Pendidikan #kota pendidikan #pendidikan #buleleng #Singaraja