Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hari Guru, Sekda Buleleng Berimprovisasi Jadi Guru Matematika dan Bahasa Indonesia

Eka Prasetya • Selasa, 26 November 2024 | 22:10 WIB

 

NOSTALGIA: Sekda Buleleng, Gede Suyasa saat mengajar siswa di SDN 2 Sumberklampok.
NOSTALGIA: Sekda Buleleng, Gede Suyasa saat mengajar siswa di SDN 2 Sumberklampok.

RadarBuleleng.id - Suasana di SDN 2 Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, terlihat ramai. Senin (26/11/2024) pagi, para pejabat ramai-ramai mendatangi sekolah tersebut. Maklum, pagi itu berlangsung simulasi makan siang bergizi di sana.

Di antara rombongan pejabat-pejabat itu, ada Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Suyasa tadinya lebih banyak mengobrol dengan para kepala dinas di Pemprov Bali. Mereka mengobrol di depan ruang kelas 2, SDN 2 Sumberklampok.

Awalnya Suyasa hanya mengamati situasi ruang kelas dari luar. Dia kemudian menyadari siswa di kelas tersebut terlihat bosan. Dia kemudian menyelinap masuk ke ruang kelas.

Di sana dia langsung menyapa siswa-siswa di sana. Nalurinya sebagai seorang pendidik langsung muncul.

Baca Juga: Peringati Hari Guru 25 November, Guru di Buleleng Sempat Khawatir Ada Kriminalisasi karena Masalah Sepele

Jauh sebelum duduk sebagai Sekda di Pemkab Buleleng, Suyasa merupakan guru. Dia sempat menjadi Guru Pendidikan Kewarganegaraan di SMAN 6 Denpasar dan SMAN 4 Denpasar.

Belakangan dia ditarik sebagai birokrat yang duduk sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) di Dinas Pendidikan Buleleng. Dari sana karirnya di birokrasi melesat hingga kini duduk sebagai Sekda.

Ketika bertemu siswa, dia langsung berimprovisasi. Awalnya dia memberikan soal hitung-hitungan dengan dua bilangan. Seperti 12+12, 24+10, dan angka-angka hitungan lainnya.

Usai dengan pelajaran matematika, dia kembali berimprovisasi. Kali ini dia melihat tumpukan buku pelajaran di sudut ruang kelas. Saat ditarik, ternyata buku itu adalah buku untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Dia sempat menjelaskan beberapa materi dalam buku tersebut. Suyasa kemudian menantang para siswa membaca puisi dan prosa yang ada di dalam buku tersebut. Ternyata ada tiga orang siswa yang berani menerima tantangan dari Suyasa. Usai membaca buku, mereka pun mendapat uang bekal dari Suyasa.

Setelah keluar dari ruang kelas, Suyasa hanya tersenyum. “Sekalian nostalgia. Sudah lama tidak mengajar,” kata Suyasa.

Menurutnya mengajar siswa SMA dan siswa SD, terutama di kelas rendah sangat berbeda. Setiap tingkatan memiliki pola dan pendekatan yang berbeda.

Dia menyebut anak-anak di kelas dasar, merupakan masa peralihan dari PAUD ke sekolah dasar. “Makanya sekarang kan guru PAUD juga ada yang mengajar di kelas-kelas dasar, karena transisi,” katanya.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, pihaknya hanya berinisiatif mengisi kegiatan para siswa. Sebab mereka cukup lama menunggu momentum makan siang bersama. Selain itu, kalau toh diisi dengan kegiatan belajar mengajar yang serius, siswa juga tidak bisa berkonsentrasi. Karena suasana sekolah cukup ramai.

“Ya jadinya harus improvisasi. Ada game-game sederhana. Mengisi waktu mereka, biar tidak bosan,” demikian Suyasa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#guru #hari guru #buleleng