SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna alias Joss 24 telah ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng terpilih. Keduanya hanya tinggal menunggu jadwal pelantikan.
Sejumlah janji politik pun mulai dimasukkan dalam program kerja pemerintah. Salah satunya soal janji pengadaan seragam gratis.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mulai membahas program pengadaan seragam gratis. Disdikpora Buleleng menggelar rapat khusus pada Jumat (10/1/2025).
Dalam rapat itu terungkap, bahwa program akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026 mendatang. Itu pun hanya untuk siswa miskin.
Plt. Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengakui pihaknya menggelar rapat untuk menyamakan persepsi antara Disdikpora dan instansi terkait.
"Rapat hari ini adalah awal koordinasi terkait rencana pengadaan bantuan pakaian seragam bagi siswa kurang mampu, sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Buleleng," jelas Ariadi Pribadi.
Baca Juga: Sutjidra Janjikan Subsidi Seragam dan Sepatu Baru bagi Siswa di Buleleng
Program bantuan ini dirancang untuk tahun ajaran 2025-2026 dengan sasaran siswa TK, SD, dan SMP yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Berdasarkan rencana, bantuan pakaian yang akan diberikan meliputi pakaian lengkap, mulai dari topi, baju merah putih untuk SD, putih biru untuk tingkat SMP, seragam Pramuka, hingga tas sekolah.
Program ini dirancang untuk mendukung anak-anak agar dapat memulai pendidikan dengan perlengkapan yang layak dan sesuai dengan standar.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 5,6 miliar. Bantuan akan diberikan kepada siswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Penyadaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
"Kami sedang menghitung jumlah penerima agar sesuai dengan data DTKS dan P3KE. Proses ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati terpilih," imbuhnya.
Ariadi menegaskan bahwa dalam proses tender pengadaan bantuan ini, Disdikpora Buleleng akan memprioritaskan pelibatan kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Buleleng.
Selain itu, pihaknya juga akan memastikan pengawasan ketat pada setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga distribusi.
“Melalui bantuan ini, kami ingin memastikan tidak ada siswa yang terkendala pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi,” tutup Putu Ariadi Pribadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya