Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dirjen Bimas Hindu Kunjungi SMP Hindu Satu-Satunya di Buleleng. Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Umat

Eka Prasetya • Minggu, 16 Februari 2025 | 22:37 WIB

 

KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.
KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.

BUSUNGBIU, RadarBuleleng.id - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Dirjen Bimas Hindu) Kementerian Agama, Prof. I Nengah Duija melakukan kunjungan ke Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra.

Madyama Widyalaya merupakan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bercirikan pendidikan keagamaan Hindu. Lembaga itu setara dengan SMP atau Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk umat muslim.

Saat ini satu-satunya SMP Hindu yang ada di Buleleng adalah Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra. Sekolah itu terletak di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu.

Ketua Yayasan Mertajati Widya Mandala, I Made Bagus Andi Purnomo mengatakan, saat ini lembaga tersebut masih berstatus sekolah swasta di bawah naungan yayasan.

Dia berharap kedepannya sekolah itu bisa menjadi Madyama Widyalaya pertama yang menjadi sekolah negeri.

"Kami telah berkoordinasi dengan desa adat dan desa dinas untuk menyiapkan lahan yang representatif. Saat ini, kendala utama masih berkaitan dengan lahan, dan kami sedang mencari solusinya," jelasnya.

Baca Juga: Menteri Agama Terbitkan Aturan Pendidikan Khas Hindu. Umat Bisa Bentuk Lembaga Pendidikan Serupa Madrasah

Purnomo menyatakan lembaga pendidikan tersebut bukan hanya milik yayasan. Tapi juga milik masyarakat, utamanya umat Hindu.

Sementara itu, Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. Nengah Duija mengatakan, pihaknya berkunjung untuk memberikan pembinaan kepada tenaga pendidik serta peserta didik di lembaga tersebut.

"Saya juga memantau kesiapan lembaga pendidikan berciri khas agama. Mudah-mudahan ada peralihan status menjadi lembaga negeri dalam waktu dekat," ungkap Duija.

Menurutnya, Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra menunjukkan kemajuan signifikan. Apalagi antusiasme masyarakat terhadap lembaga tersebut juga terus meningkat.

Lebih lanjut Duija mengatakan, hingga kini ada 124 titik lembaga pendidikan widyalaya dan menunjukkan tren yang cukup menjanjikan.

"Perkembangan institusi pendidikan Hindu dari jenjang dasar, menengah, hingga tinggi sudah sangat baik," jelasnya.

Menurutnya, pertumbuhan lembaga pendidikan Hindu sudah mendapat pondasi yang kuat. Yakni berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 2 Tahun 2024.

Duija mendorong agar pemerintah daerah juga menyusun peraturan daerah terkait dengan lembaga pendidikan tersebut.

“Kami harap Bali bisa menjadi pusat pengembangan Widyalaya di Indonesia,” tandas Duija. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #smp #Widyalaya #kementerian agama