Di Beijing, Herbal Bukan Sekadar Obat, tapi Sudah Menjadi Gaya Hidup


Jurnalis Radar Buleleng, Eka Prasetya, mendapat kesempatan mengikuti program China International Press Communication Centre (CIPCC). Program ini diikuti 100 jurnalis dari 90 negara. Ia akan tinggal di Beijing, Tiongkok, hingga bulan Agustus mendatang. Berikut catatan perjalanannya.
RadarBuleleng.id - Di Tiongkok, herbal bukan hanya urusan pengobatan. Rempah dan tanaman alami sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Mulai dari makanan, minuman, hingga urusan tidur, semuanya akrab dengan aroma herbal.
Pengalaman itu saya rasakan langsung saat mengunjungi Zhima Health di Beijing, Sabtu (16/5/2026) lalu. Tempat tersebut dikenal sebagai salah satu pusat herbal terbesar di ibu kota Tiongkok.
Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda para jurnalis peserta China International Press Communication Center (CIPCC), termasuk jurnalis Radar Buleleng.
Begitu masuk ke dalam ruangan, aroma rempah langsung menyergap hidung. Rak-rak kayu dipenuhi berbagai bahan herbal.
Ada kayu manis, jahe, biji teratai, goji beri, hingga ginseng yang selama ini dikenal sebagai herbal populer khas Tiongkok.
Tak hanya tanaman darat, mereka juga memanfaatkan bahan herbal dari laut, seperti timun laut yang dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan.
Yang menarik, Zhima Health tidak menghadirkan herbal dengan kesan kuno seperti bayangan banyak orang.



