SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus menambah jumlah guru besar mereka.
Rektor Undiksha, Prof. I Wayan Lasmawan mengukuhkan sembilan orang profesor baru. Pengukuhan itu berlangsung di Auditorium Undiksha pada Kamis (19/3/2025).
Adapun para guru besar itu adalah Prof. I Wayan Karyasa yang merupakan ahli kimia anorganik; Prof. Kadek Rihendra Dantes yang juga pakar manajemen sumber daya manusia pendidikan teknik mesin; Prof. I Gede Margunayasa yang menjadi ahli media pembelajaran IPA SD.
Selanjutnya ada Prof. Agus Adiarta yang merupakan pakar pengukuran dan evaluasi pendidikan teknik elektro; Prof. I Gde Wawan Sudatha sebagai ahli strategi pembelajaran digital; Prof. I Wayan Mudianta yang merupakan pakar kimia organik.
Kemudian ada Prof. Gede Indrawan sebagai ahli teknologi rekayasa komputer bidang komputasi bergerak; Prof. I Made Gunamantha sebagai pakar ekologi industri; dan Prof. I Ketut Sudiana sebagai ahli keolahragaan pencak silat.
Dengan penambahan sembilan guru besar ini, jumlah profesor aktif di Undiksha kini mencapai 93 orang, semakin mendekati target 100 profesor pada 2025.
Pencapaian ini bukan hanya mengangkat nama para akademisi yang terlibat, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi Undiksha sebagai lembaga pendidikan terdepan.
Dalam sambutannya, Prof. Lasmawan mengingatkan bahwa jabatan guru besar lebih dari sekadar penghargaan atas karier akademik.
Ia menekankan bahwa peran tersebut adalah amanah untuk menjadi agen perubahan, pemikir strategis, dan teladan dalam integritas serta inovasi.
Para profesor ini diharapkan tidak hanya berkontribusi di dunia pendidikan, tetapi juga menjadi trendsetter yang menggerakkan riset dan pengabdian masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Jumlah profesor yang banyak menjadi indikator kematangan sebuah perguruan tinggi. Namun, ini bukanlah akhir, melainkan modal besar untuk bersaing di kancah global," ujarnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), peran para guru besar ini semakin penting.
Mereka diharapkan mampu membimbing generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman, sembari menjaga nilai-nilai kemanusiaan agar tidak tergantikan oleh mesin.
Undiksha mengusung filosofi Tri Hita Karana dalam Harmoni Pesaja, yang berakar pada kearifan lokal Bali.
Filosofi ini menekankan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai kemanusiaan, kompetisi global dan kolaborasi lokal, serta riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya