SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Rencana pembangunan dan pengembangan lanjutan di SMPN 6 Gerokgak terpaksa tertunda.
Pemerintah tidak bisa melanjutkan proses pembangunan, gara-gara ada kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Pembangunan SMPN 6 Gerokgak sebenarnya sudah terlaksana pada tahun lalu. Saat itu pembangunan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Ketika itu, pemerintah mengucurkan bantuan pembangunan empat unit ruang baru.
Sebanyak dua unit digunakan sebagai ruang kelas. Sedangkan satu unit digunakan sebagai ruang perpustakaan, dan satu ruangan lain jadi ruang guru dan ruang kepala sekolah.
Rencananya pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Sebab sekolah masih memerlukan 4 unit ruang kelas lagi, ruang laboratorium, ruang UKS, serta tambahan fasilitas MCK.
Baca Juga: DPRD Buleleng Desak Gedung SMPN 6 Gerokgak Segera Dibangun
Sedianya pembangunan akan dilanjutkan tahun ini. Tapi gara-gara efisiensi dari pemerintah pusat, rencana pembangunan pun ikut tertunda.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng berencana kembali mengajukan proposal kepada pemerintah pusat. Sehingga proyek bisa terlaksana tahun depan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, semula pemerintah merancang pembangunan bersumber dari DAK pusat. Alhasil pemerintah tidak memasang dana tambahan lewat APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten.
Namun kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat Dana Alokasi Khusus (DAK) berkurang. Sehingga pemerintah pun kelabakan menyiapkan anggaran.
"Dari APBD Buleleng, karena keterbatasan anggaran, kami belum bisa mengalokasikan pembangunan. Tahun 2026 nanti akan kami upayakan kembali, sambil melihat perkembangan kebutuhan sekolah dan menunggu arahan kepala daerah," ujar Ariadi.
Lantaran ruang kelas terbatas, pihak sekolah kini terpaksa menggunakan sistem double shift di sekolah tersebut.
Khusus untuk tahun ajaran baru nanti, Disdikpora Buleleng akan memberikan pinjaman ruang kelas di SDN 1 Banyupoh.
“Nanti pinjam ruang kelas di SD terdekat. Yang terpenting, semua siswa tetap mendapat hak pendidikan. Kami upayakan terus ada pemenuhan sarana prasarana," tegas Ariadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya