Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tak Peduli Libur, Siswa di Bali Pilih Latihan Hadapi Bencana

Juliadi Radar Bali • Senin, 28 April 2025 | 18:27 WIB

 

SIMULASI: Siswa di SMAN 1 Penebel melakukan simulasi penanggulangan bencana.
SIMULASI: Siswa di SMAN 1 Penebel melakukan simulasi penanggulangan bencana.

RadarBuleleng.id - Libur panjang Hari Raya Galungan dan Kuningan tak membuat siswa SMAN 1 Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali bersantai. 

Sebaliknya, mereka memilih masuk sekolah untuk mengikuti simulasi bencana yang dilakukan di sekolah mereka.

Sebanyak 75 orang siswa ambil bagian dalam latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan kebakaran. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2025, yang digelar serentak di Bali. 

Simulasi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita itu diawali dengan bunyi sirine tanda bahaya. 

Begitu suara keras terdengar, para siswa sigap berlindung di bawah meja, mempraktikkan langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi. 

Setelah situasi dinyatakan aman, mereka bergegas menuju titik kumpul di lapangan sekolah, sesuai prosedur evakuasi.

Tak hanya belajar menghadapi gempa, siswa juga dibekali pengetahuan tentang penanganan kebakaran. Mereka diajarkan teknik menggunakan APAR (alat pemadam api ringan) serta metode sederhana menggunakan kain basah untuk memadamkan api kecil.

"Simulasi ini bertujuan mengajarkan siswa bagaimana menyelamatkan diri dan menangani korban dalam situasi gempa dan kebakaran," jelas Magkma, Bali Water Protection Program Manager Yayasan IDEP, kemarin.

Menurut Magkma, simulasi kesiapsiagaan bencana rutin digelar tiap tahun. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di 25 sekolah se-Bali atas kerja sama BNPB, Kementerian Pendidikan, dan Yayasan IDEP.

Simulasi di SMAN 1 Penebel dirancang berdasarkan potensi risiko bencana yang ada, yakni gempa bumi dan kebakaran. 

Guru dan siswa membagi peran dalam skenario, mulai dari evakuasi mandiri saat gempa, pengecekan jumlah siswa, hingga penanganan korban luka atau siswa yang mengalami syok.

"Kami juga mengajarkan teknik pemadaman api sederhana kepada siswa, agar mereka siap menghadapi kebakaran kecil," imbuhnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Penebel, I Ketut Sudarta mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai organisasi siswa seperti Sispala, PKS, PMR, Pramuka, serta mengundang partisipasi dari SMPN 1 Penebel.

"Simulasi ini sudah dua kali kami gelar, manfaatnya luar biasa. Bencana bisa datang kapan saja, jadi penting untuk selalu waspada," tegasnya.

Sudarta berharap siswa yang mengikuti pelatihan bisa menularkan ilmu yang didapat kepada teman-temannya, sehingga seluruh warga sekolah makin siap dalam menghadapi situasi darurat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #bali #kuningan #gempa #libur #guru #hari raya #kebakaran #galungan #simulasi #bencana #tabanan #sekolah #siswa #sirine #apar