SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Siswa yang tidak bisa membaca di tingkat SMP, ternyata tetap diluluskan dari sekolah.
Pihak sekolah meluluskan siswa tersebut karena meyakini kemampuan siswa akan berkembang seiring dengan pergaulan di masyarakat.
Hal itu terungkap saat Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya melakukan sidak ke sejumlah sekolah. Diantaranya di SDN 2 Alasangker dan SMPN 5 Buleleng.
Dalam sidak itu, Dhukajaya secara khusus melihat proses pendampingan para siswa yang belum bisa membaca. Baik itu di jenjang SD maupun SMP.
“Saya lihat sudah mulai ada progress. Mulai bisa. Memang kesulitannya karena anak-anak ini mengalami disleksia,” katanya.
Baca Juga: Tegas! Disdikpora Buleleng Instruksikan Siswa Belum Bisa Membaca Jangan Diluluskan
Para siswa yang tidak bisa membaca akan mendapat pendampingan selama 6 bulan. Tepatnya hingga bulan Oktober mendatang.
Menurut Dhukajaya, idealnya para siswa memang harus menguasai kemampuan membaca, menulis, dan menghitung (calistung). Karena hal itu menjadi kemampuan dasar.
“Calistung ini kan basic, dasarnya ilmu. Jadi saya memandang ini harus tuntas dulu,” tegasnya.
Sayangnya dalam sidak tersebut, DPRD Buleleng mendapati ada seorang siswa yang diluluskan dari SMP. Padahal siswa tersebut belum terlalu lancar membaca.
Padahal Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra telah menginstruksikan untuk menunda kelulusan para siswa yang belum bisa membaca. Baik itu di jenjang SD maupun SMP.
Kepala SMPN 5 Singaraja, Ketut Ngurah Yasa mengklaim, siswa tersebut sebenarnya memiliki kemampuan secara lisan. Meski tidak secerdas siswa lainnya.
Selain itu, siswa itu disebut rajin bersekolah. Siswa juga bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah.
“Memang tidak sesuai ekspektasi guru. Tapi secara lisan dia bisa. Kami juga berpikir, nanti juga di masyarakat akan berkembang. Itu pertimbangan kami dan sudah kami laporkan ke dinas,” ujar Yasa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya