Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Atasi Siswa Sulit Calistung, Disdikpora Buleleng Siapkan Guru Pendamping Khusus

Eka Prasetya • Sabtu, 7 Juni 2025 | 01:17 WIB

 

Sejumlah siswa berkebutuhan khusus menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SLB Negeri 5 Jakarta, Jakarta.
Sejumlah siswa berkebutuhan khusus menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SLB Negeri 5 Jakarta, Jakarta.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menyiapkan langkah strategis untuk menangani siswa yang mengalami kesulitan membaca, menulis, dan berhitung (calistung), termasuk siswa dengan disabilitas mental. 

Salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah penempatan Guru Pendamping Khusus (GPK) di sekolah-sekolah tertentu.

Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata menjelaskan, pihaknya telah memetakan sekolah-sekolah yang siap mengimplementasikan sistem pendidikan inklusi. 

Khusus di jenjang Sekolah Dasar (SD), minimal satu sekolah dalam satu gugus akan ditunjuk sebagai sekolah inklusi.

“Jadi siswa yang mengalami kesulitan calistung akan mendapat pendampingan di sekolah tersebut. Polanya seperti jam tambahan, namun kegiatan belajar utama tetap berlangsung di sekolah asal siswa,” jelas Surya Bharata, Jumat (6/6/2025).

Baca Juga: DPRD Bali Minta Benahi Sistem Pendidikan. Sekolah Harus Pastikan Siswa Bisa Calistung

Namun, menurut Surya, tantangan utama saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia yang memadai. 

GPK harus mengikuti pelatihan khusus dari Kementerian Pendidikan sebelum diterjunkan ke lapangan.

Saat ini, Buleleng baru memiliki enam GPK aktif, terdiri atas dua guru TK, dua guru SD, dan dua guru SMP. 

Meski jumlahnya masih minim, pihaknya berharap keenam GPK tersebut dapat menjadi pelatih utama bagi guru-guru lain.

“Enam orang ini kami dorong menjadi trainer agar lebih mudah melakukan pengimbasan ke guru-guru lain yang akan mendampingi siswa secara inklusif,” tambahnya.

Selain itu, Disdikpora Buleleng juga telah membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk memperkuat layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di lembaga pendidikan umum.

“SLB kan hanya ada di kota, sementara anak-anak disabilitas juga berhak mendapatkan akses pendidikan. Karena itu, ULD akan mengoptimalkan layanan pendampingan di sekolah umum,” pungkas Surya Bharata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#guru #disabilitas #calistung #pendidikan #inklusi #sekolah #Disdikpora #buleleng #siswa #membaca #sd #kementerian