Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Klungkung Krisis Guru, Kekurangan Ratusan Tenaga Pengajar SD dan SMP

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 11 Juni 2025 | 18:31 WIB

 

Ilustrasi ASN
Ilustrasi ASN

RadarBuleleng.id – Krisis tenaga pengajar berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Klungkung, Bali. 

Setiap tahun, puluhan guru PNS memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan ASN baru berlangsung secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. 

Akibatnya, Klungkung mengalami kekurangan ratusan guru ASN, khususnya di jenjang SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana mengungkapkan, kini kekurangan guru ASN di tingkat SD mencapai 231 orang, sedangkan di tingkat SMP sebanyak 166 guru. 

Saat ini kekurangan guru tersebut diisi oleh guru pengabdian. Namun jumlahnya masih jauh dari kata ideal.

“Guru kontrak tidak lagi bisa menutup kekurangan ini. Karena itu, sebagian besar diisi oleh guru pengabdian,” ujarnya.

Baca Juga: Atasi Siswa Sulit Calistung, Disdikpora Buleleng Siapkan Guru Pendamping Khusus

Saat ini, tercatat ada 40 guru pengabdian di tingkat SD dan 89 guru pengabdian di tingkat SMP. 

Untuk mengurangi beban kekurangan itu, Pemkab Klungkung berencana merekrut 143 guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2025.

“Nantinya formasi PPPK ini akan dialokasikan untuk menutupi sebagian kekurangan guru SD dan SMP,” jelas Sujana.

Selain mengandalkan rekrutmen PPPK, pemerintah daerah juga melakukan upaya lain dengan merelokasi atau regrouping sekolah-sekolah yang kekurangan siswa. 

Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk efisiensi tenaga pengajar. Namun pelaksanaannya kerap menghadapi tantangan.

“Regrouping sebelumnya sempat tertunda karena ada penolakan dari masyarakat. Padahal sekolah yang digabung jaraknya berdekatan dan jumlah siswanya terbatas,” imbuhnya.

Ia menegaskan, kebijakan regrouping tidak akan diterapkan secara sembarangan. Khusus wilayah yang terpencil seperti Kecamatan Nusa Penida, sekolah tetap akan dipertahankan meski jumlah siswanya sedikit.

“Kami pastikan tidak akan melakukan regrouping di lokasi yang berjauhan, agar tidak menimbulkan risiko putus sekolah pada siswa,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #smp #guru #asn #pengabdian #pendidikan #pns #Disdikpora #pppk #sd