Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Lereng Gunung Batukaru, Siswa SMAN 1 Pupuan Ukir Prestasi

Admin • Minggu, 15 Juni 2025 | 22:27 WIB

 

PRESTASI: I Putu Fredy Nanta pelajar SMAN 1 Pupuan berhasil meraih prestasi di bidang akademik dan non akademik.
PRESTASI: I Putu Fredy Nanta pelajar SMAN 1 Pupuan berhasil meraih prestasi di bidang akademik dan non akademik.

RadarBuleleng.id – Dari sebuah desa di lereng Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali I Putu Fredy Nanta berhasil meraih prestasi. Siswa SMAN 1 Pupuan (Smansap) itu berhasil mengoleksi sejumlah penghargaan pada lomba akademis.

Prestasi remaja kelahiran September 2008 itu berawal dari keahliannya mapidarta alias melakukan pidato dalam Bahasa Bali. Tapi kemampuan itu tidak serta merta dia raih.

Fredy menceritakan, kemampuannya berbahasa Bali justru berawal dari hal tidak terduga. Dia bahkan mengaku awalnya tidak suka dengan pelajaran Bahasa Bali. "Dulu saya tidak terlalu menyukai pelajaran Bahasa Bali," ujarnya. 

Namun perjumpaannya dengan guru Bahasa Bali di SMPN 6 Pupuan (Spensix), menjadi titik balik. Sang guru melihat potensi besar dalam diri Fredy, lalu mengarahkannya ke dunia mapidarta. Hasilnya? Rentetan gelar juara di berbagai ajang pun berhasil ia raih.

Fredy menjuarai Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Tabanan (2023), Runner Up tingkat Provinsi Bali, dan terus melaju hingga ke level nasional. 

Bahkan dalam ajang Pidarta Bahasa Bali KMHD Yowana Brahma Vidya Undiksha (2024), ia membawa pulang gelar Harapan 3. Bakat berbahasa itu juga membawanya menjuarai lomba Ngwacen Puisi Bali Anyar di ajang Bulan Bahasa Bali (2024).

Bukan hanya berpidato, Fredy juga piawai dalam public speaking, membuat video edukatif, dan menulis. Beberapa penghargaan lain ia koleksi. Diantaranya Juara 1 Lomba Video Inspiratif Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pupuan (2023), Juara 2 Video Edukasi SMK Bali Medika (2024), dan Juara 3 Reading Poetry dalam ajang Inspiration Undiksha (2024). Ia juga menjuarai lomba resensi buku dan public speaking di sekolah.

Kemampuan berpikir kritis dan logisnya juga terbukti andal. Buktinya, dia meraih Juara 2 Artikel Perpajakan Etaxpreneur di Unmas Denpasar (2024), serta Juara 3 Lomba Membuat Obat Tradisional dalam kegiatan Kemah Penegak SMAN 1 Pupuan.

“Menjadi juara itu bukan tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling konsisten dan siap belajar dari kesalahan,” katanya. 

Sejak SMP hingga SMA, Fredy langganan menjadi juara kelas. Tak heran jika kini ia menyandang gelar Juara Umum Semester 1 Kelas 10 di SMAN 1 Pupuan. 

Di tengah kesibukannya, ia tetap aktif dalam organisasi. Berbekal pengalaman sebagai sekretaris bidang kala SMP, kini ia menjabat Sekretaris OSIS di SMA. Ia juga aktif sebagai anggota Pramuka, anggota Forum Anak Daerah Tabanan, serta menyandang gelar Bagus Spensix dan Bagus Smansap.

Bagi Fredy, berorganisasi bukan cuma formalitas. Ia melihatnya sebagai ruang tumbuh sekaligus membangun jaringan. “Dari organisasi saya belajar tanggung jawab, kerja tim, dan leadership. Semua itu penting untuk masa depan,” tegasnya.

Media sosial pribadi juga ia kelola sedemikian rupa. Ia sadar bahwa personal branding di era digital adalah kebutuhan. Instagram dan platform digital lain digunakannya sebagai panggung untuk menyebarkan inspirasi, menampilkan karya, dan mendokumentasikan capaian.

Di luar akademik, Fredy adalah remaja yang menyukai traveling, desain grafis, editing video, dan menonton film. Ketertarikannya pada dunia komunikasi serta audio visual membuatnya mantap menatap masa depan sebagai public speaker profesional.

Bagi Fredy, setiap prestasi bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga cara menunjukkan bahwa anak desa bisa bersaing di panggung yang lebih luas. Ia ingin membuktikan bahwa ketekunan dan nilai keluarga adalah pondasi kuat untuk menembus keterbatasan.

Namun, dari semua pencapaiannya, Fredy menyebut sang Ibu, Ni Wayan Herdina Wati, sebagai sosok paling berpengaruh dalam kehidupannya. “Ibu adalah guru kehidupan saya. Ibu selalu mengajarkan saya bahwa yang terpenting itu kejujuran, kerendahan hati, dan kejujuran,” ucapnya.

Nama Fredy Nanta mungkin belum banyak dikenal publik Bali. Tapi dari sebuah desa di kaki Gunung Batukaru, seorang remaja tengah meniti jalan panjang untuk menjadi pembicara ulung dan panutan pemuda. (Penulis: Ni Made Linda Swastini)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Akademis #bali #osis #pidato #gunung #lomba #obat #desa #pupuan #video #undiksha #bahasa bali #tabanan #penghargaan #Batukaru