RadarBuleleng.id – Puluhan pendidik bahasa Inggris dari seluruh Bali menunjukkan antusiasme tinggi dalam pelatihan dan lokakarya bertajuk “Deep Learning dalam Pengajaran Bahasa Inggris” yang digelar pada 23 Mei dan 13 Juni 2025 lalu.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Asosiasi Pendidik Bahasa Inggris Indonesia (TEFLIN) Wilayah Bali dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Universitas Udayana (Unud), Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), MGMP Bahasa Inggris jenjang SMP/SMA/SMK, dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bali.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memperkenalkan prinsip-prinsip deep learning dalam konteks pengajaran bahasa Inggris.
Lokakarya juga diharapkan bisa membekali guru dengan strategi konkret dalam mengajar keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis secara efektif dan menyenangkan.
Sesi pertama berlangsung Jumat (23/5/2025) di Fakultas Ilmu Budaya Unud. Fokus utama adalah pengajaran keterampilan listening dan speaking.
Dua master trainer yakni Prof. Ni Luh Nyoman Seri Malini dan Ni Ketut Santi Indriani memandu 26 orang peserta dari berbagai jenjang pendidikan dalam sesi interaktif.
Para peserta diajak mengikuti simulasi berbicara, permainan peran, dan latihan kolaboratif yang mengedepankan pembelajaran bermakna dan menyenangkan.
Sesi kedua digelar pada Jumat (13/6/2025) di Ruang Kelas S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unmas Denpasar. Fokus pelatihan kali ini adalah pada keterampilan membaca dan menulis.
Dipandu oleh Anak Agung Putri Maharani dan Made Hery Santosa, serta didampingi dua master trainer sesi pertama, para peserta mengeksplorasi strategi scaffolding untuk membaca kritis, teknik pengembangan menulis, hingga simulasi microteaching.
Diskusi kelompok dan praktik langsung memungkinkan peserta saling bertukar pengalaman dan merefleksikan pendekatan pembelajaran masing-masing.
Putu Tuty Ariyani, guru SMK Negeri 2 Denpasar yang juga Ketua MGMP Bahasa Inggris SMK Kota Denpasar, mengaku sangat terkesan dengan pelatihan ini.
“Setelah 29 tahun mengajar, baru kali ini saya mendapatkan pelatihan yang benar-benar bisa langsung saya terapkan di kelas. Apa yang dulunya terasa sulit, ternyata bisa diajarkan dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ungkapnya.
Ia berharap pelatihan seperti ini bisa terus berlanjut agar semakin banyak guru yang terbantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya