RadarBuleleng.id - Sebanyak tujuh orang anak dari keluarga kurang mampu di Buleleng berhasil lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan secara gratis di Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Bali.
Mereka akan bergabung bersama puluhan siswa lain dari Tabanan, Badung, dan Denpasar. Selanjutnya mereka akan menjalani boarding school atau sekolah berasrama di Sentra Mahatmia, Tabanan.
Sekolah rakyat angkatan pertama hanya menerima 75 orang siswa yang dibagi ke dalam dua kelas. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin yang baru lulus SD dan akan melanjutkan ke jenjang SMP.
Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman Putra mengatakan, para siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Provinsi Bali harus menjalani proses seleksi yang sangat ketat.
Nama-nama calon siswa diusulkan melalui Dinas Sosial dan disaring dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang dipadukan dengan data perangkingan dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“Tujuh anak yang lolos berasal dari keluarga kategori desil I, jadi masuk kategori miskin ekstrem dan miskin. Setelah itu dilakukan asesmen langsung oleh Kemensos, lalu ditetapkan melalui SK Bupati,” jelas Kariaman.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Mulai Rekrut Siswa di Bali. Target 75 Anak dari Keluarga Miskin
Seluruh siswa akan menjalani pendidikan asrama penuh selama tiga tahun. Tak hanya pendidikan akademik, mereka juga akan dibina untuk mengembangkan potensi diri dan keterampilan hidup lainnya.
“Harapannya setelah mereka menyelesaikan wajib belajar, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya.
Tak hanya itu, orang tua para siswa juga mendapat pendampingan melalui program pemberdayaan ekonomi. Jika rumahnya termasuk kategori tidak layak huni, maka pemerintah akan memfasilitasi bedah rumah.
Ia berharap tahun depan Buleleng mendapat kuota lebih banyak, mengingat masih banyak keluarga yang berada dalam kategori miskin.
Selain itu, pihaknya juga masih menanti kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Mengingat kini Sekolah Rakyat Provinsi Bali hanya menerima siswa jenjang SMP.
“Kami masih menunggu. Apakah kedepannya bisa seluruh jenjang SD, SMP, dan SMA. Kami mengikuti kebijakan selanjutnya dari pusat,” demikian Kariaman. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya