SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng mengusulkan agar pemerintah melakukan peralihan status terhadap SDN 4 Sambirenteng. Apalagi pada tahun ajaran ini sekolah itu tidak mendapat siswa baru.
Dengan peralihan status, DPRD meyakini proses perbaikan sekolah bisa dilakukan lebih cepat. Sehingga masyarakat kembali mempercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Anggota DPRD Buleleng, Dewa Komang Yudi Astara mengungkapkan, masalah minimnya pelamar di SDN 4 Sambirenteng sudah terjadi bertahun-tahun.
Puncaknya terjadi pada tahun ajaran 2025/2026. Sekolah itu tidak kebagian pelamar. Sehingga tidak ada siswa baru di sekolah tersebut.
Salah satu pemicunya adalah keterbatasan sarana prasarana di sekolah tersebut. Plafon di selasar sekolah maupun ruang kelas jebol.
Gedung sekolah juga terlihat kusam seperti kurang terpelihara. Ditambah lagi atap ruang perpustakaan roboh.
Baca Juga: Duh, Dua Sekolah di Buleleng Tidak Kebagian Siswa Baru. Disdikpora Janji Evaluasi
Alhasil orang tua siswa enggan menyekolahkan anak-anak mereka di sana. Karena khawatir anak mereka akan tertimpa atap sekolah.
Dewa Komang Yudi mengaku sudah sempat melakukan pendekatan dengan orang tua siswa. Utamanya yang menyekolahkan anak-anak mereka ke PAUD Desa Sambirenteng.
“Tapi sampai akhir pendaftaran memang tidak ada yang mendaftar ke SDN 4 Sambirenteng,” ujarnya.
Ia menganjurkan agar Pemkab Buleleng mengubah status SDN 4 Sambirenteng menjadi Adi Widyalaya atau sekolah Hindu yang serupa dengan madrasah.
Menurutnya peluang itu terbuka lebar. Karena selama ini sekolah Hindu justru lebih banyak berdiri di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, hingga Papua.
“Di Buleleng belum ada. Padahal kan tinggal mengalihkan status aset dan SDM saja. Dari aset pemerintah daerah, menjadi aset Kementerian Agama,” ujarnya.
Apabila aset sudah beralih, maka Kementerian Agama bisa segera mengucurkan anggaran untuk perbaikan sekolah. Termasuk penguatan kompetensi guru di sekolah tersebut.
Sementara opsi regrouping dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Karena akan ada banyak ruangan yang mubazir. Selain itu pemerintah juga tidak bisa melakukan perbaikan terhadap sekolah karena keterbatasan anggaran.
“Saya sudah komunikasi dengan Dirjen Bimas Hindu. Tinggal kesiapan pemerintah daerah saja menyerahkan aset. Kalau tahun ini diserahkan, kemungkinan tahun depan sudah siap menerima siswa baru dengan status Adi Widyalaya,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua SD Negeri di Buleleng yang tidak mendapatkan siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Keduanya adalah SDN 1 Pengastulan di Kecamatan Seririt dan SDN 4 Sambirenteng di Kecamatan Tejakula. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya