Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Resmi Dimulai, Pemprov Bali Biayai 1.450 Mahasiswa Miskin

Eka Prasetya • Selasa, 29 Juli 2025 | 23:56 WIB

 

SATU KELUARGA SATU SARJANA: Gubernur Bali, Wayan Koster (baju ungu) menunjukkan MoU program satu keluarga satu sarjana di Bali.
SATU KELUARGA SATU SARJANA: Gubernur Bali, Wayan Koster (baju ungu) menunjukkan MoU program satu keluarga satu sarjana di Bali.

RadarBuleleng.id – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan program Satu Keluarga Satu Sarjana. 

Program ini bertujuan memberikan bantuan pendidikan kepada keluarga kurang mampu dan belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana. 

Lewat program tersebut, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali secara menyeluruh.

Sebanyak 1.450 orang mahasiswa dari keluarga miskin akan menerima beasiswa penuh dari Pemprov Bali. 

Selain mendapat biaya pendidikan, mereka juga akan mendapat dukungan biaya hidup dan tempat tinggal selama delapan semester.

“Program ini kami prioritaskan bagi rumah tangga miskin yang belum memiliki sarjana. Sehingga mencetak SDM unggul Bali dari akar keluarga,” ujar Koster dalam peluncuran program di Jaya Sabha, Selasa (29/7/2025).

Lewat program tersebut pemerintah memberikan bantuan biaya hidup sebesar Rp 1,4 juta per mahasiswa per bulan bagi yang kuliah dan tinggal di Denpasar dan Badung. 

Sementara itu, mahasiswa yang kuliah dan tinggal di Buleleng dan Karangasem akan menerima Rp 1,2 juta per bulan. Bantuan ini berlangsung selama maksimal delapan semester.

Adapun biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Pemprov Bali sebesar Rp 1 juta per mahasiswa per semester. Mahasiswa dipastikan bebas uang pangkal, biaya pembangunan, maupun biaya pendaftaran masuk.

“Mahasiswa tidak dikenakan biaya sepeser pun oleh perguruan tinggi. Semua gratis, termasuk kos dan hidup bulanannya,” tegas Koster.

Koster menyebut 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 20 Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Bali siap menjalankan program tersebut.

Sebanyak dua PTN di Buleleng juga mendukung program tersebut. Yakni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan.

Pada tahap pertama, pemerintah menyediakan kuota untuk 1.450 orang calon mahasiswa dari seluruh Bali. 

Pemprov Bali telah mengalokasikan anggaran Rp 9,7 miliar dari APBD 2025 untuk mendanai program ini dari Agustus hingga Desember.

Koster memastikan program akan berlanjut setiap tahunnya. Untuk tahun 2026 mendatang, pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp 27 miliar.

Selain Pemprov Bali, kini baru Kabupaten Gianyar yang melakukan program serupa. Ia menargetkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Bali juga mengalokasikan anggaran untuk program yang sama.

“Kalau sekarang baru Pemprov dan Gianyar. Tahun depan semua kabupaten/kota harus ambil bagian, bisa menanggung 100 atau 200 mahasiswa, sesuai kemampuan fiskalnya,” jelas Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #Semester #pemerintah #Pemprov Bali #sdm #mahasiswa #ptn #keluarga #perguruan tinggi #wayan koster #miskin #pendidikan #undiksha #biaya hidup #mpu kuturan #beasiswa #sarjana #buleleng