Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Undiksha Kenalkan STEM Corner, Ubah Cara Belajar Matematika dan IPA Jadi Lebih Menyenangkan

Eka Prasetya • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:30 WIB

 

PENGABDIAN: Tim LPPM Undiksha saat melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.
PENGABDIAN: Tim LPPM Undiksha saat melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Selama ini, matematika dan IPA kerap dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan. 

Namun, anggapan tersebut coba dipatahkan oleh akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. 

Lewat program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Undiksha melatih guru sekaligus menghadirkan media pembelajaran inovatif di SD Gugus II Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek. 

Fokus utama kegiatan adalah menjawab tantangan rendahnya literasi dan persepsi siswa yang menganggap matematika serta IPA terlalu sulit dipahami.

Untuk itu, tim pengabdi dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undiksha yang terdiri dari I Nyoman Budayana, Kadek Ayu Astiti, dan I Kadek Edi Yudiana, dibantu mahasiswa Jurusan Matematika Undiksha, turun langsung melaksanakan program.

Baca Juga: Ribuan Siswa di Buleleng Sudah Dapat Makan Bergizi Gratis. Tiga Kecamatan Menanti Giliran

Mereka memperkenalkan konsep “Pembelajaran Matematika-Sains Terpadu melalui STEM-Series Terintegrasi Lingkungan Kaya Teks”. 

STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dipilih karena dianggap mampu membuat proses belajar lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan bagi siswa.

Program berlangsung selama dua bulan, sejak Agustus hingga September 2025. 

Guru-guru tidak hanya mendapat pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, tetapi juga diajak mengembangkan lingkungan sekolah yang kaya teks guna mendorong literasi.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 15 Agustus 2025 melalui lokakarya di SDN 8 Bebandem. 

Sebanyak 26 orang guru, pengawas sekolah, dan kepala sekolah dari sembilan SD di Gugus II ikut serta.

Ketua Gugus II Kecamatan Bebandem, Ni Nengah Sukereni, menyambut baik program tersebut. 

“Kegiatan seperti ini sangat penting dan kami harap bisa sering dilaksanakan,” ujarnya.

Lewat workshop itu, tim Undiksha memperkuat kompetensi pedagogik guru, mendiseminasikan pengelolaan pembelajaran Matematika dan IPA berbasis STEM, serta melatih penggunaan media interaktif. 

Mereka juga memperkenalkan STEM Corner, sebuah pojok pembelajaran berisi sembilan set alat peraga lengkap dengan buku panduan. 

STEM Corner ini dirancang sebagai ruang eksplorasi bagi guru dan siswa dalam belajar Matematika dan IPA secara terpadu.

Selain itu, berbagai teks motivasi dipasang di lingkungan sekolah sebagai upaya membiasakan siswa untuk lebih dekat dengan literasi.

I Nyoman Budayana menjelaskan, hasil analisa menunjukkan adanya dampak positif di kalangan pendidik. 

“Sudah terlihat penguatan kompetensi pedagogik guru melalui STEM-Series. Kami juga siapkan pojok media interaktif yang bisa dipakai guru dan siswa. Lingkungan sekolah pun kini dilengkapi teks motivasi untuk menunjang literasi,” ungkapnya.

Dengan hadirnya STEM Corner, Undiksha berharap para guru semakin kreatif dalam mengajar, sehingga pelajaran Matematika dan IPA tidak lagi dianggap momok, melainkan tantangan seru yang mendorong rasa ingin tahu siswa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #science #pelajaran #guru #stem #PKM #Pedagogik #pembelajaran #akademisi #ipa #pendidikan #undiksha #matematika #sekolah #kompetensi #literasi